Sukabuminow.com || Siang yang semula tenang di Kampung Gunung Batu, Desa Talagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan. Suara benturan keras memecah keheningan pada Senin (27/10/25) sekitar pukul 11.00 WIB. Dua sepeda motor jenis Honda Beat Street bertabrakan di tikungan kecil yang sering dilalui warga setempat.
Warga yang tengah beristirahat siang segera berhamburan keluar rumah. Beberapa di antara mereka terlihat panik ketika mendapati dua pengendara dan satu penumpang tergeletak di badan jalan dengan kondisi luka serius.
“Waktu itu suaranya keras sekali, seperti benda besar jatuh. Kami langsung keluar dan lihat dua motor sudah rebah, penumpangnya luka parah,” tutur Ahmad, saksi mata yang pertama kali memberi pertolongan.
Kecelakaan bermula ketika Halir (43 th), warga Desa Talagamurni, hendak berbelok ke kanan dengan sepeda motor Honda Beat Street tanpa nomor polisi. Dari arah belakang, melaju Abdul Rahman (46 th) bersama penumpangnya Tursiyah (55 th) dengan Honda Beat Street bernomor polisi R 3371 AAB.
Diduga Abdul Rahman kurang menjaga jarak aman. Ia tak sempat mengerem ketika motor Halir berbelok, hingga menyenggol dari sisi kanan. Benturan membuat kedua kendaraan terjatuh, bahkan motor Abdul Rahman sempat menghantam bagian depan mobil Mitsubishi Carry yang datang dari arah berlawanan.
Benturan itu menyebabkan Abdul Rahman mengalami luka sobek di leher kanan, gigi berdarah, dan luka di paha kanan. Sementara Tursiyah, yang diboncengnya, mengalami luka lebam di mata kanan, luka sobek di betis, serta patah tulang di kaki kanan. Adapun Halir mengalami luka ringan di tangan dan kaki.
Tak menunggu lama, warga bersama aparat desa mengevakuasi korban ke pinggir jalan. Tak lama kemudian, petugas Polsek Surade tiba di lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.
Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Korban Abdul Rahman dan Tursiyah telah dibawa ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara kendaraan yang terlibat sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Ade menambahkan, kejadian seperti ini harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati di jalan, terutama di jalur perkampungan yang sempit dan padat aktivitas warga.
“Banyak kecelakaan di wilayah pedesaan terjadi karena hal sepele, seperti tidak menjaga jarak aman atau kurang memperhatikan tanda berbelok. Kami terus mengingatkan pengendara agar tidak lengah,” tegasnya.
Sementara itu, warga berharap adanya rambu lalu lintas dan marka jalan di titik rawan kecelakaan seperti di Talagamurni. Menurut mereka, jalan tersebut sering dilalui kendaraan roda dua dan kerap terjadi insiden serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Hingga kini, Unit Laka Lantas Polsek Surade masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Namun, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan juga kesadaran setiap pengguna jalan.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
