1.200 Porsi Makanan Disiapkan Setiap Hari untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi

Sukabuminow.com || Masa tanggap darurat bencana pascakebakaran Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus diisi dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Di tengah situasi darurat tersebut, keberadaan dapur umum menjadi salah satu tumpuan utama untuk memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi tetap mendapatkan makanan secara layak.

Setidaknya dua dapur umum saat ini beroperasi di sekitar lokasi bencana. Keduanya dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Dari dua dapur umum tersebut, makanan disiapkan sebanyak tiga kali dalam sehari. Setiap kali memasak, sekitar 400 porsi makanan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak sekaligus para relawan yang masih berada di lokasi.

Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan makanan yang disiapkan dapat mencapai sekitar 1.200 porsi setiap hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan operasional dapur umum sejauh ini berjalan optimal. Pemenuhan konsumsi menjadi bagian penting dalam penanganan warga selama masa darurat pascakebakaran.

“Dapur umum saat ini ada dua, dari BPBD dan Dinas Sosial. Sehari tiga kali memasak, sekali masak sekitar 400 porsi. Jadi, totalnya bisa mencapai 1.200 porsi makanan setiap hari untuk warga terdampak dan relawan,” kata Eki di lokasi, Rabu (29/7/26).

Menu makanan yang disajikan juga dibuat bervariasi. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan konsumsi warga selama berada di pengungsian tetap terpenuhi dengan baik.

Menurut Eki, ketersediaan logistik untuk operasional dapur umum hingga kini masih aman. Bahan makanan disuplai untuk menunjang kebutuhan memasak, sementara jenis menu yang akan disiapkan dikoordinasikan bersama para relawan di dapur umum.

“Relawan menentukan apa yang akan dimasak, kemudian bahan pokoknya disuplai oleh BPBD. Ada juga relawan yang membawa bahan sendiri untuk mendukung kebutuhan dapur umum,” ujarnya.

Aktivitas dapur umum juga melibatkan berbagai unsur. Selain personel BPBD dan Dinas Sosial, relawan dari Maharani Peduli serta masyarakat turut membantu menyiapkan makanan bagi warga terdampak.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung.

Makanan yang telah selesai dimasak kemudian didistribusikan kepada warga terdampak yang mengungsi di 13 tenda pengungsian yang telah disediakan BPBD Kabupaten Sukabumi.

“Untuk warga yang memilih mengungsi di rumah kerabat, penyaluran makanan dilakukan melalui ketua RT masing-masing,” ujarnya.

Di tempat sama, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengatakan penanganan warga terdampak kebakaran terus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

Menurutnya, keberadaan dapur umum dan distribusi bantuan menjadi kebutuhan penting selama warga masih berada dalam situasi darurat.

“Penanganan warga terdampak terus kami lakukan bersama-sama. Kebutuhan dasar, terutama makanan bagi warga yang mengungsi, menjadi salah satu perhatian utama selama masa darurat ini,” kata Okih.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah, petugas kebencanaan, relawan, dan masyarakat terus diperkuat agar bantuan yang masuk dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kondisi pascakebakaran Kasepuhan Ciptamulya hingga kini masih menjadi perhatian. Selain pemenuhan kebutuhan pangan, warga terdampak juga membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk melewati masa darurat dan proses pemulihan setelah bencana.

Bantuan dari berbagai pihak pun masih terus mengalir ke lokasi. Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam menopang kebutuhan warga terdampak yang masih mengungsi sekaligus mendukung kerja para relawan dan petugas di lapangan. Sementara masa tanggap darurat bencana akan dilakukan hingga 31 Juli 2026 mendatang.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru