Kabupaten SukabumiKesehatan

Tak Disupport BPJS Ketenagakerjaan, Kadin Sukabumi Kecewa

Reporter : Ceppy ST

Sukabuminow.com || Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten Sukabumi, Tresna Wijaya, mengaku kecewa terhadap pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BJPS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

Kekecewaan Acong -sapaan akrab- Tresna Wijaya terjadi lantaran BJPS Ketenagakerjaan Sukabumi tidak bisa men-support program Gebyar Vaksinasi Industri bertajuk ‘Sukabumi Sehat Sukabumi Maju’ yang diinisiasi Kadin Kabupaten Sukabumi.

“Kami kecewa kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi. Padahal kami sudah berulang kali melakukan berkoodinasi menawarkan partisipasi pada program Gebyar Vaksinasi Industri. Namun mereka tidak memberikan respon positif,” kata Acong di sela-sela kegiatan Gebyar Vaksin Industri di PT Royal Puspita di Jalan Angkrong, Desa/Kecamatan Parungkuda, Sabtu (2/10/21).

“Sebenarnya pihak BPJS Ketenagakerjaan bisa ikut berpartisipasi hanya dengan hadir saja pada kegiatan itu. Bagi kami, itu merupakan bentuk dukungan moral walaupun tidak mendukung secara materi,” imbuhnya.

Acong menjelaskan, seluruh perusahaan telah menaaati aturan dalam melaksanakan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Semestinya, lanjut Acong, BPJS Ketenagakerjaan mendukung. Sebab sasaran vaksinasi adalah para pekerja yang merupakan peserta atau nasabah dari BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri.

“Jadi saya menilai itu suatu hal yang wajar jika BPJS Ketenagakerjaan memberikan dukungan pada kegiatan vaksinasi yang tujuannya untuk menjaga para pekerja agar tetap sehat,” terangnya.

Acong mengaku sudah lelah bernegosiasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan, bahkan hingga sampai tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat.

“Hasilnya tetap tidak ada respon. Padahal kegiatan kami ini untuk mempercepat pembentukan herd immunity atau kekebalan komunal terhadap serangan virus Korona di Kabupaten Sukabumi,” kata Acong.

Sementara itu Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Diding Ramdani, menyatakan jawaban atas permohonan dari Kadin Kabupaten Sukabumi melalui surat bernomor B/7216/092021 tertanggal 22 September 2021.

Dia menjelaskan alasannya tidak dapat berpartisipasi dalam program Gebyar Vaksinasi Industri yang dikoordinasikan oleh Kadin Kabupaten Sukabumi, dikarenakan keterbatasan anggaran. Pihaknya telah mengajukan bantuan kepada Kantor Pusat dan Kanwil Jabar. Hasilnya, kantor pusat menjawab bahwa BPJS Ketenagakerjaan juga mempunyai program vaksinasi.

“BPJS Ketenagakerjaan telah berpartisipasi melaksanakan sentra vaksinasi Covid-19 bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan masyarakat umum sejumlah 83 ribu orang,” jelas Diding di kutipan suratnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close