Dinas Pertanian Sukabumi Raih Prestasi Ganda dalam Evaluasi Bantuan Benih Jawa Barat

Sukabuminow.com || Deru langkah para petani di sawah dan ladang Kabupaten Sukabumi kembali menghadirkan kabar gembira. Di tengah dinamika musim dan tantangan produksi pangan nasional, daerah paling selatan Jawa Barat ini justru pulang membawa prestasi membanggakan. Pada kegiatan Evaluasi Bantuan Benih, Penyusunan Target LTT Desember, dan Perencanaan Target 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat, Kamis (11/12/25), Kabupaten Sukabumi berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus.

Torehan itu bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja panjang, interaksi intens di lapangan, dan ketekunan petani yang tak pernah kehilangan harapan.

Lompatan Padi dan Jagung yang Mengangkat Nama Daerah

Penghargaan pertama datang dari sektor padi. Kabupaten Sukabumi dinobatkan sebagai Peringkat 1 Peningkatan Produksi Padi Tahun 2025 tingkat Jawa Barat, dengan peningkatan mencapai 207.804 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini menjadi lonjakan signifikan yang menempatkan Sukabumi sebagai daerah yang paling progresif dalam mendorong ketahanan pangan provinsi.

Sementara dari komoditas jagung, Sukabumi kembali mencatatkan prestasi. Daerah ini meraih Peringkat 1 Peningkatan Produksi Jagung tingkat Jabar dengan kenaikan 40.062 ton PK, serta Peringkat 2 Kontribusi Produksi Jagung dengan peningkatan sebesar 14,15% atau 158.088 ton PK.

Bagi sebagian daerah, capaian semacam ini mungkin hanya menjadi statistik. Namun bagi Sukabumi, inilah penanda bahwa kerja kolektif antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah berjalan di rel yang benar.

Aep Majmudin: “Ini Kerja Bersama dan Kami Tidak Akan Berhenti”

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyebut tiga penghargaan tersebut sebagai bukti konsistensi dan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional, terutama swasembada pangan.

“Penghargaan ini bukan hanya milik Dinas Pertanian, tetapi milik seluruh petani dan masyarakat Sukabumi. Ini kerja bersama, dan kami tidak akan berhenti,” ujar Aep.

Menurut Aep, capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa Sukabumi mampu menjawab tantangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan swasembada pangan. Peningkatan produksi di dua komoditas strategis—padi dan jagung—menjadi bukti nyata bahwa daerah memiliki daya ungkit yang kuat.

“Kabupaten Sukabumi akan selalu mendukung program Presiden dengan usaha maksimal. Kami berharap setiap ikhtiar yang dilakukan membuahkan hasil yang mubarokah bagi masyarakat,” tambahnya.

Menatap 2026 dengan Optimisme

Momentum keberhasilan ini menjadi bahan bakar baru bagi Dinas Pertanian dalam menyusun target luas tanam tahunan. Aep menegaskan bahwa untuk tahun 2026, Sukabumi menargetkan peningkatan kualitas dan produktivitas melalui perbaikan data, dukungan benih unggul, penguatan penyuluhan, hingga percepatan tanam di berbagai kecamatan.

Di banyak titik, petani sudah mulai merasakan perubahan pendekatan pendampingan. Beberapa desa pertanian menjadi pilot project intensifikasi, sementara daerah urban merintis konsep pertanian modern dan smart farming.

Dengan dukungan multisektor dan semangat petani yang tak pernah padam, Sukabumi menatap 2026 dengan optimisme yang lebih terang.

Tiga penghargaan ini mungkin hanya simbol. Namun bagi petani Sukabumi, simbol itu adalah bukti bahwa kerja keras mereka diakui, dihargai, dan punya dampak besar bagi ketahanan pangan Jawa Barat maupun nasional. Dan dari tanah yang digarap dengan ketulusan, Sukabumi sekali lagi menunjukkan bahwa menjadi lumbung pangan bukan hanya cita-cita, tapi kenyataan.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru