Sukabumi Masuki Fase Pemulihan Bencana

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana dan beralih ke fase transisi menuju pemulihan. Keputusan ini diumumkan dalam rapat evaluasi yang digelar di Posko Tanggap Darurat Bencana, Gedung Negara Pendopo Palabuhanratu, Senin (17/3/25). Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, dan dihadiri oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, Wakil Bupati Andres, Forkopimda, serta camat dari wilayah terdampak.

Status Baru: Transisi Menuju Pemulihan

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa fase transisi ini menjadi momentum penting untuk menata kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

“Setelah mengkaji berbagai laporan dari lapangan, kita putuskan bahwa Kabupaten Sukabumi tidak lagi berstatus tanggap darurat, melainkan masuk ke tahap transisi. Ini adalah fase penting yang harus segera ditata dengan baik, termasuk mendata rumah-rumah yang rusak,” jelasnya.

Fase transisi ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan ke depan dengan prioritas utama pada rehabilitasi dan rekonstruksi. Bupati meminta seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam proses pemulihan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal.

“Saya meminta kepada seluruh perangkat daerah untuk ikut serta dalam upaya pemulihan ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerja sama dan koordinasi yang baik agar masyarakat bisa segera kembali beraktivitas secara normal,” tambahnya.

Evaluasi Dampak dan Tantangan Pemulihan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, melaporkan bahwa jumlah pengungsi telah berkurang secara signifikan. Namun, beberapa tantangan masih harus diatasi, terutama terkait infrastruktur yang mengalami kerusakan parah.

Jembatan dan Jalan:

  • Jembatan di Desa Tonjong masih dalam kondisi kritis.
  • Jembatan di Kampung Cijambe, Kelurahan Palabuhanratu, sempat hanyut, tetapi akses wilayah secara keseluruhan mulai normal.
  • Kecamatan Simpenan masih mengalami kendala, terutama di Jembatan Bojongkopo, Desa Cidadap, yang belum bisa dilalui.
  • Jalur di Desa Sangrawayang dan Desa Loji masih dalam proses perbaikan dengan alat berat.

Pemulihan Infrastruktur:

  • Jalur dari Loji ke Kiara Dua dan dari Jampang Tengah ke Lengkong sudah relatif lancar, hanya menyisakan tahap akhir pembersihan material longsor.
  • Jalan kabupaten yang menghubungkan Langkapjaya mulai bisa dilalui, meskipun masih dalam tahap pemulihan.
  • Sebanyak 61 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Lengkong masih mengungsi akibat akses jalan yang belum sepenuhnya pulih.

Jaringan Listrik:

  • Pemulihan jaringan listrik telah mencapai 99 persen.
  • Dari total pelanggan terdampak, kini hanya 254 pelanggan yang masih mengalami pemadaman.

“Tinggal 254 pelanggan lagi yang listriknya belum menyala. Artinya, pemulihan sudah hampir selesai, 99 persen jaringan listrik telah kembali normal,” ungkap Deden.

Kolaborasi untuk Pemulihan Cepat

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana, termasuk BPBD, relawan, serta para sopir yang membantu dalam pendistribusian logistik.

Dengan berakhirnya status tanggap darurat, kini perhatian beralih pada percepatan pemulihan agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan lancar, dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

Tahap transisi ini akan menjadi ujian seberapa cepat Sukabumi dapat bangkit dari dampak bencana. Dengan koordinasi yang baik dan kerja sama semua pihak, diharapkan fase pemulihan bisa berlangsung efektif dan menyeluruh. (Ridwan HMS)

Redaktur : Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru