Sukabuminow.com || Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (14/4/25). Banjir kali ini berdampak cukup signifikan, bahkan sempat menggenangi area RSUD Palabuhanratu dan permukiman warga di RT 01 RW 08, Kampung Tipar.
Merespons kejadian tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi terdampak banjir. Ia mengunjungi RSUD Palabuhanratu dan Kampung Tipar yang menjadi salah-satu titik terparah terdampak luapan air.
“Sebenarnya ini bukan kali pertama. Kita catat banjir di Palabuhanratu sudah terjadi beberapa kali, tanggal 4 Desember, lalu 6 Maret, 7 April, dan sekarang terjadi lagi. Jadi ini jelas perlu perhatian serius,” ujar Ade di lokasi.
Ia mengungkapkan, sejak malam sebelumnya ia sudah memantau kondisi wilayah melalui grup komunikasi internal Pemkab Sukabumi. Curah hujan tinggi yang mengguyur Sukabumi dari sore hari membuatnya khawatir akan potensi banjir.
“Saya pantau dari grup, ternyata benar. Pelaporan mulai masuk, dari Cangehgar, Puskesmas, hingga ke RT 08 Tipar. Maka pagi ini saya turun langsung bersama Kepala Pelaksana BPBD, Camat, Lurah, dan tim teknis lainnya untuk memastikan kesiapan di lapangan,” lanjutnya.
Di Tipar, Ade menyaksikan langsung warga yang bergotong-royong bersama BPBD menggunakan geobag berisi batu untuk menahan terjangan air Sungai Cigangsa. Geobag tersebut merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Sukabumi yang disalurkan melalui Pemerintah Kelurahan Palabuhanratu.
“Saya apresiasi warga yang tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tapi langsung turun membantu. Ini sinergi yang baik. Selain geobag, sudah mulai ada bronjong yang dipasang. Kami juga akan segera rapatkan lintas instansi, bahkan saya sudah hubungi Dinas PSDA Provinsi untuk koordinasi penggunaan alat berat,” jelas Ade.
Kondisi sungai yang semakin dangkal disinyalir menjadi salah satu penyebab utama luapan air yang kian meluas.
“Ini sungainya sudah dangkal. Maka tadi saya sudah komunikasi dengan PSDA Provinsi agar segera diturunkan alat berat. Kita tidak bisa menunggu lama, ini sudah kejadian berulang,” tegasnya.
Di tempat sama, Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, juga menegaskan pentingnya kerja cepat dan terpadu dalam menangani banjir yang sudah menjadi langganan tahunan ini.
“Langkah darurat sudah kami lakukan bersama BPBD dan kelurahan. Tapi ke depan, perlu solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban,” ujar Deni.
Pemkab Sukabumi dijadwalkan akan menggelar rapat lintas sektor bersama instansi terkait pada Senin (21/4/25) untuk menyusun langkah teknis lanjutan, termasuk penataan alur sungai dan normalisasi secara menyeluruh. (Ridwan HMS)
Redaktur : Andra Permana
