Sukabumi Perkuat Edukasi Kesehatan Anak, Sekda Pastikan SIGAP Berlanjut
Sukabuminow.com || Upaya percepatan penurunan stunting tidak bisa diselesaikan secara parsial. Pemerintah daerah dituntut menghadirkan program yang menyentuh akar persoalan, mulai dari edukasi keluarga hingga penguatan peran kader kesehatan di tingkat desa. Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menilai Program Keluarga Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan (SIGAP) sebagai model intervensi strategis yang relevan dengan agenda nasional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa Program SIGAP telah memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan anak, khususnya pada aspek imunisasi lengkap, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemenuhan gizi seimbang.
“Program ini menyentuh tiga aspek krusial: imunisasi lengkap, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, dan pemenuhan gizi tepat. Ketiganya merupakan fondasi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya, Selasa (24/2/26).
Isu Strategis: Stunting dan Kualitas SDM Nasional
Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting terus ditekan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai daerah dengan wilayah geografis luas dan karakteristik sosial beragam, Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan tersendiri dalam pemerataan edukasi kesehatan keluarga. Karena itu, pendekatan berbasis kader dinilai menjadi solusi efektif untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Ade Suryaman menilai, selama satu tahun implementasi, SIGAP berhasil membangun pola komunikasi yang lebih efektif antara kader dan orang tua bayi serta balita. Edukasi yang sebelumnya bersifat satu arah kini berubah menjadi dialog interaktif berbasis kebutuhan keluarga.
“Program ini bukan hanya memberikan informasi, tetapi membangun kesadaran kolektif. Itu yang paling penting dalam perubahan perilaku,” tegasnya.
Penguatan Peran Kader sebagai Ujung Tombak
Salah satu kekuatan utama Program SIGAP terletak pada pelatihan kader kesehatan di sejumlah kecamatan. Mereka dibekali metode komunikasi persuasif serta alat bantu edukasi interaktif agar mampu menjelaskan pentingnya imunisasi, sanitasi, dan nutrisi sesuai usia anak.
Menurut Sekda, keberlanjutan program tidak boleh berhenti pada fase proyek. Pemerintah daerah melalui perangkat teknis akan mengintegrasikan pendekatan SIGAP ke dalam kebijakan kesehatan daerah.
“Kami mendorong Dinas Kesehatan untuk melanjutkan dan mereplikasi model ini. Kader yang sudah terlatih harus menjadi ujung tombak edukasi kesehatan anak di setiap desa,” ungkapnya.
Langkah tersebut selaras dengan strategi desentralisasi layanan kesehatan, di mana pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam memastikan intervensi nasional benar-benar dirasakan masyarakat.
Dampak Nyata: Imunisasi dan Perubahan Perilaku
Evaluasi internal pemerintah daerah menunjukkan adanya peningkatan capaian imunisasi dasar lengkap serta penguatan praktik cuci tangan pakai sabun di lingkungan keluarga. Edukasi tentang makanan bergizi juga dinilai berkontribusi terhadap upaya menekan risiko stunting.
Meski demikian, Sekda menekankan pentingnya konsistensi pengawasan dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, keberhasilan program kesehatan anak sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga.
“Kesehatan anak adalah investasi jangka panjang. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Dari Sukabumi untuk Agenda Nasional
Keberhasilan implementasi SIGAP di Sukabumi memperlihatkan bahwa daerah mampu menghadirkan inovasi yang mendukung agenda nasional penurunan stunting. Model berbasis edukasi keluarga dan penguatan kader dinilai adaptif untuk diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Dengan mengedepankan pendekatan promotif dan preventif, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendukung target nasional penurunan stunting, peningkatan imunisasi anak, serta penguatan kualitas generasi masa depan.
“Yang kita bangun hari ini bukan sekadar program, melainkan pondasi kesehatan anak-anak Sukabumi dan Indonesia,” pungkas Ade Suryaman.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




