Sukabuminow.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, termasuk ruang kelas SDN Nagrak Cikelat di Kecamatan Cisolok yang ambruk sejak tahun 2024. Sekolah tersebut telah masuk dalam prioritas program perbaikan tahun anggaran 2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyampaikan bahwa kondisi ruang belajar di SDN Nagrak Cikelat sudah menjadi perhatian pihaknya sejak awal. Ia memastikan, Disdik tengah melakukan langkah sistematis untuk memetakan seluruh satuan pendidikan yang mengalami kerusakan.
“Semua sekolah di Kabupaten Sukabumi sedang kami inventarisasi secara menyeluruh untuk mengetahui tingkat kerusakannya. Data ini menjadi dasar kami dalam menyusun skala prioritas agar penanganan berjalan tepat sasaran,” jelas Herdi saat meninjau SDN Nagrak di Cikelat, Cisolok, Rabu (15/10/25).
Lebih lanjut, Herdi menegaskan bahwa ruang kelas SDN Nagrak Cikelat telah dimasukkan dalam rencana program rehabilitasi yang akan direalisasikan mulai tahun 2026.
“Untuk SDN Nagrak Cikelat, sudah kami tetapkan sebagai bagian dari program perbaikan pada tahun anggaran 2026. Kami berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendidikan yang rusak mendapat perhatian sesuai kemampuan anggaran,” tegasnya.
Menurut mantan Sekretaris Disperkim itu, komitmen Disdik Sukabumi tidak hanya berhenti pada satu sekolah. Upaya perbaikan dan peningkatan mutu sarana pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin ada lagi siswa yang belajar di ruang yang tidak layak. Pendidikan yang baik harus didukung dengan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, satu ruang kelas di SDN Nagrak Cikelat ambruk pada tahun 2024. Hingga kini, proses belajar mengajar masih berlangsung di ruang guru yang sempit dan kurang layak.
Kepala SDN Nagrak Cikelat, Rika Purwati, menjelaskan bahwa atap ruang kelas roboh bertepatan dengan masa pelaksanaan Pemilihan Bupati Sukabumi tahun 2024. Kondisi bangunan yang sudah tua menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.
“Ruang kelas itu dibangun sekitar tahun 2012 melalui program PNPM. Seiring waktu, rangka kayu mulai lapuk dan genting banyak yang hilang. Akhirnya ambruk,” ungkap Rika.
Ia berharap rencana perbaikan dari Disdik Kabupaten Sukabumi segera terealisasi agar para siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
