SDN Bojong Duren Butuh Ruang Kelas

Sukabuminow.com || Puluhan pelajar SDN Bojong Duren di Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus melangsungkan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di teras depan ruang kelas. Pasalnya, salahsatu ruang kelas di sekolah tersebut mengalami rusak berat di bagian atapnya.

Nyanyang Resmana, Kepala Sekolah SDN Bojong Duren, mengatakan, atap ruang kelas roboh sejak 3 bulan lalu. Sehingga aktivitas KBM terpaksa dilakukan di teras depan kelas.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke UPTD Kecamatan Jampang Tengah dan diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sejak Desember 2018 yang lalu,” katanya saat ditemui Sukabuminow, Rabu (20/2/19).

Ia mengungkapkan, semula pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menjanjikan akan mengalokasikan bantuan melalui program DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019 ini. Namun baru-baru ini diketahui bantuan tersebut gagal didapatkan.

“Awalnya direspon pihak dinas, namun menurut informasi bantuan DAK tersebut malah gak jadi direalisasikan. Padahal kami sangat berharap bantuan DAK tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga  :

Nyanyang menambahkan, selain ruang kelas II yang roboh, 2 ruang kelas lainnya juga terancam hancur dan tak bisa digunakan untuk aktivitas KBM. Sehingga tidak memberikan rasa nyaman bagi siswa-siswi di sekolah tersebut.

“Kalau tidak secepatnya diperbaiki, jelas kegiatan belajar mengajar kami terhambat. Apalagi anak kelas VI akan menghadapi UAS (Ujian Akhir Sekolah),” paparnya.

Jaenudin, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi. Foto : Sukabuminow

Terpisah, Jaenudin, Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi, mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan sejumlah ruang kelas di SDN Bojong Duren Jampang Tengah.

“Kerusakannya sudah masuk ke dalam katagori rusak berat. Harus menjadi salahsatu prioritas pembangunan,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi itu saat dihubungi via selulernya, Rabu (20/2/19).

Jika terus dibiarkan, lanjut Jay (sapaan akrab Jaenudin), jelas akan sangat membahayakan keselamatan para pelajar di sekolah tersebut.

“Jika tiba-tiba atap roboh atau bangunannya ambruk saat mereka belajar, gimana?,” imbuhnya.

“Kami meminta agar Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Sukabumi
segera memperbaikinya tahun ini,” sambungnya. (Eko Arief)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru