Dari Jalan Lingkungan hingga Huntap, Kinerja Disperkim Sukabumi Warnai Setahun Kepemimpinan Asep Japar – Andreas
Sukabuminow.com || Satu tahun kepemimpinan Bupati Sukabumi, Asep Japar, bersama Wakil Bupati Andreas, menandai fase percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Dari sisi sektor perumahan dan permukiman, kinerja tersebut tercermin melalui berbagai capaian strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan daerah difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas hunian, serta penyediaan ruang publik dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
“Kami berupaya memastikan pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Infrastruktur dasar yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan warga,” ujar Sendi, Jumat (6/3/26).
Ia mengatakan, salah satu capaian terbesar sepanjang 2025 adalah realisasi sekitar 990 unit Rumah SAKINAH atau rehab Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang tersebar di 47 kecamatan. Program ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang sehat, aman, dan nyaman.
Menurut Sendi, pembangunan Rutilahu bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial keluarga.
“Rumah yang layak akan melahirkan lingkungan keluarga yang lebih sehat dan produktif. Ini investasi sosial jangka panjang bagi Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Sementara itu di sektor infrastruktur dasar, pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan dilakukan di berbagai wilayah. Akses yang sebelumnya rusak kini lebih aman dan nyaman dilalui, sehingga memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perdagangan.
“Perbaikan dan pembangunan sejumlah jembatan turut memperkuat konektivitas antarwilayah. Ini krusial, mengingat karakteristik geografis Kabupaten Sukabumi yang luas dan beragam,” katanya.
Selain itu, program Sarana Air Bersih (SAB) juga menjadi prioritas. Melalui pembangunan fasilitas air bersih di sejumlah titik, masyarakat kini memperoleh akses air yang lebih layak, mendukung peningkatan kesehatan lingkungan.
Tidak hanya infrastruktur dasar, Disperkim juga menghadirkan ruang publik representatif melalui pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun. Kehadiran ruang hijau ini menjadi sarana rekreasi, interaksi sosial, sekaligus mempercantik wajah kota.
“RTH bukan hanya estetika kota, tetapi ruang tumbuh bagi aktivitas sosial masyarakat,” tambah Sendi.
Tak hanya itu, komitmen terhadap penanganan bencana juga diwujudkan melalui proses pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana alam di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Lokasi relokasi tersebut akan diberi nama Kampung Mubarakah.
Nama tersebut dipilih sebagai simbol harapan baru dan semangat kebangkitan masyarakat untuk memulai kehidupan yang lebih aman dan tertata.
“Kami ingin memastikan warga terdampak tidak hanya direlokasi, tetapi juga mendapatkan lingkungan hunian yang lebih baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sendi menilai satu tahun kepemimpinan Asep Japar dan Andreas menjadi fondasi penting menuju Sukabumi yang lebih maju, unggul, berbudaya, dan berekah. Fokus pembangunan diarahkan pada pemerataan infrastruktur dasar, pengentasan kawasan kumuh, serta peningkatan kualitas permukiman.
Dengan wilayah yang luas dan tantangan geografis yang kompleks, Disperkim berkomitmen menjaga kesinambungan program agar dampaknya semakin merata di tahun-tahun berikutnya.
“Pembangunan harus berkelanjutan dan terukur. Kami optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, Sukabumi akan terus bergerak maju,” pungkas Sendi.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




