Sukabuminow.com || Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Tobi Efendi (12 th), wisatawan asal Kota Bogor yang hilang akibat terseret arus di kawasan Muara Cipanarikan, Pantai Pasir Putih, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah tujuh hari berlangsung.
Operasi ditutup pada Kamis (25/6/26) pukul 17.00 WIB. Meski demikian, pemantauan di sepanjang pesisir selatan Sukabumi tetap akan dilanjutkan dengan melibatkan para nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut.
Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas yang menetapkan masa pencarian selama tujuh hari.
“Kami sudah berupaya maksimal melakukan pencarian sesuai SOP selama tujuh hari. Berbagai metode penyisiran telah dilakukan, namun ikhtiar kami belum membuahkan hasil,” ujar Andri, Jumat (26/6/26).
Selama sepekan, tim SAR gabungan menyisir wilayah daratan maupun perairan di sekitar lokasi kejadian. Area pencarian bahkan diperluas hingga sejumlah titik di pesisir selatan Sukabumi yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Penyisiran dilakukan mulai dari kawasan Ombak Tujuh di perbatasan Kecamatan Ciracap dan Ciemas, perairan Ujunggenteng, Pantai Minajaya di Kecamatan Surade, hingga Pantai Cikepuh, Pantai Sodong Parat, dan Pulau Keris di Kecamatan Ciemas.
Menurut Andri, meski operasi SAR resmi berakhir, koordinasi lintas wilayah tetap dilakukan apabila di kemudian hari terdapat informasi mengenai keberadaan korban.
“Kami telah menginstruksikan para nelayan yang melaut agar ikut melakukan pemantauan. Jika menemukan tanda-tanda korban, segera melaporkan kepada tim SAR. Kami juga terus berkoordinasi dengan SAR Palabuhanratu, Cisolok, Banten, hingga Cianjur,” katanya.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat (19/6/26) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu Ahmad Efendi (36 th) bersama istri serta kedua anaknya menikmati suasana Pantai Pasir Putih dengan berjalan menuju kawasan Muara Sungai Cipanarikan.
Sekitar pukul 16.20 WIB, Ahmad bersama putranya, Tobi, berenang di sekitar muara hingga ke bibir pantai. Diduga kuat akibat arus laut dan gelombang yang cukup besar, keduanya terseret ke tengah laut dan hilang dari pandangan keluarga.
Sehari setelah kejadian, Ahmad Efendi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter dari titik awal korban terseret arus. Jenazahnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (20/6/26) pagi. Sementara itu, Tobi hingga kini belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, Pos TNI AL Ujunggenteng, Satpolairud Polres Sukabumi, Polsek Ciracap, P2BK Ciracap, Satpol PP Ciracap, Balawista, Rukun Nelayan, Pemerintah Kecamatan Ciracap, serta sejumlah relawan.
Setelah operasi SAR resmi dihentikan, keluarga korban diketahui telah kembali ke Kota Bogor dengan harapan suatu saat nanti Tobi dapat ditemukan.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
