Sukabuminow.com || Puluhan rumah di Kampung Bantar Kalapa, Desa Cibareno, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, terendam banjir bandang.
Kepala Desa Cibareno, Erik Mansyah mengatakan, banjir bandang akibat luapan Sungai Cibareno itu terjadi sekitar pukul 05.20 sore usai terjadi gempa dengan kekuatan 5.5 skala richter yang terjadi di Bayah, Banten. Dengan cepat air membesar dan merendam rumah warga.
“Pas usai gempa itu air langsung besar. Sekitar 35 rumah dengan 110 jiwa di Kampung Bantar Kalapa itu terkena dampak. Mereka sudah mengungsi. Air itu sampai selutut. Selain rumah, masjid dan sekolah MI semua kena banjir,” terangnya saat ditemui di lokasi, Minggu (9/10/22) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sukabuminow.com, selain Desa Cibareno, banjir bandang juga menerjang Desa Pasir Bungur. Total 70 kepala keluarga dari dua desa tersebut terdampak luapan Sungai Cibareno.
Sementara itu Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang notabene berbatasan dengan Cibareno, juga terdampak bencana tersebut. Tercatat puluhan rumah di Kampung Cilumyan dan Kampung Bantar Kalapa, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi terdampak.
“Dua rumah hanyut, satu rusak parah dan 66 kepala keluarga terancam hanyut. Tiga hektare sawah dan kebun juga terdampak,” terang Kepala Desa Pasirbaru, Hidayah, Senin (10/10/22). (Edo)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

