Sukabuminow.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus berupaya maksimal dalam menangani sampah di kawasan wisata, khususnya selama masa libur Lebaran. Meski terkendala padatnya arus lalu lintas dan area parkir, DLH tetap melaksanakan pengangkutan sampah, terutama di kantong-kantong wisata seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.
Subkoordinator Kemitraan Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengatakan bahwa kemacetan dan parkir liar menjadi kendala utama dalam proses pengangkutan.
“Kendala terjadi saat kepadatan lalu lintas dan kendaraan parkir memenuhi area sekitar TPS sementara. Hal ini menyulitkan kendaraan pengangkut sampah untuk masuk,” ujar Dede, Senin (7/4/25).

Namun demikian, DLH berkomitmen untuk mencegah penumpukan sampah di kawasan wisata. Solusi yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas dan koordinator parkir.
“Kami sudah berkoordinasi dengan petugas parkir, termasuk Paguyuban Pedagang di RTH Citepus, agar menyediakan akses masuk untuk truk pengangkut,” tambahnya.
Dede mengungkapkan bahwa sejak H+1 hingga H+5 Lebaran, DLH telah mengangkut sebanyak 33,6 ton sampah dari sejumlah titik wisata seperti RTH Citepus, Karanghawu, hingga Geyser Cisolok. Total pengangkutan mencapai 14 ritase.
“Sampah yang paling banyak berasal dari sisa makanan dan limbah plastik pengunjung,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Paguyuban Pedagang RTH Citepus, Herlan Handiansah, membenarkan bahwa sempat terjadi penumpukan sampah yang mengganggu pemandangan. Bahkan, ia sempat meminta DLH menunda penarikan agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung karena padatnya lokasi.
“Kemarin jalur padat dan parkiran penuh, jadi kami minta ditunda dulu. Tapi sekarang sudah mulai diangkut, bahkan semalam truk DLH sudah masuk ke area RTH,” ungkap Herlan.
Ia menambahkan, paguyuban juga ikut berpartisipasi dalam membersihkan area sekitar pantai.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan DLH dan Dinas Perkim agar RTH tetap nyaman dan bersih untuk pengunjung,” tutupnya. (Edo)
Redaktur : Andra Permana
