Program Kerja ke Jepang Disosialisasikan Kadin, SMK Ganesa Respons Positif

Sukabuminow.com || Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyosialisasikan program kerja ke Jepang di SMK Ganesa Cikukulu Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/2/23).

Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kadin Indonesia, Adi Mahfudz Wuhadji, mengapresiasi ratusan pelajar dan guru SMK Ganesa yang sangat antusias menyambut sosialisasi program Goes To Japan.

“SMK Ganesa ini benar-benar serius menyiapkan siswanya untuk bekerja di luar negeri khususnya di Jepang. Buktinya tadi siswinya cukup lancar berbahasa Jepang,” terang Adi.

Sementara itu Kepala SMK Ganesa Enung Nurjanah mengatakan, pihaknya merespons baik program tersebut. Sebab menurutnya, SMK Ganesa memiliki orientasi pelajar bekerja setelah sekolah.

“Jadi tanggung jawab kami sampai melanjutkan ke jenjang karier mereka. Karena sebagaimana visi SMK itu ada tanggung jawab moral pihak sekolah sampai mereka bisa bekerja. Intinya kita merespons sangat baik sekali,” ujar Enung.

Hari ini, kata Enung, pihaknya menyosialisasikan program tersebut. Sedangkan tahap berikutnya rekruitmen.

“Selanjutnya memanggil orang tua yang sanggup anaknya melanjutkan kerja ke Jepang. Sehingga ada kerja sama orang tua dengan pihak sekolah dan orang tua paham,” jelasnya.

“Saya optimis ada sekitar 100 pelajar lebih yang minat. Tapi kita punya target 200 lebih. Karena memang sebelumnya alumni-alumni kita sudah ada yang pergi ke Jepang. Alhamdulillah mereka sukses,” imbuhnya.

Tahun ini, lanjutnya, kelas XII yang akan lulus mencapai 460 pelajar dengan dua program keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Perbankan.

“Intinya kita konsisten untuk pelajar agar siap bekerja. Mudah-mudahan ada banyak lulusan yang ke Jepang,” tandasnya.

Ada pun keuntungan bekerja di Jepang antara lain :

  1. Gaji tiga hari setara sebulan di Indonesia. Plus dana pensiun dan lain-lain.
  2. Teknologi canggih sehingga memungkinkan transfer pengetahuan.
  3. Ada program kuliah online bagi yang ingin meneruskan kuliah sambil bekerja.
  4. Bisa menunaikan ibadah haji menggunakan kuota Jepang tanpa harus menunggu 25 tahun. (Ceppy ST)

Editor : Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru