Disclaimer: Berita atau informasi tentang bunuh diri adalah isu yang sangat serius dan sensitif. Pembaca agar berhati-hati dalam menanggapi dan menyebarkan berita semacam ini. Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Sukabuminow.com || Seorang perempuan muda berinisial RY warga Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, nyaris mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Ubrug. Beruntung, seorang anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi, Aipda Didik Darmadi, melintas di lokasi dan berhasil menyelamatkannya.
Aksi Penyelamatan di Detik Terakhir
Berdasarkan informasi yang dihimpun, RY yang bekerja sebagai buruh pabrik tampak berdiri di tepi jembatan dengan tatapan kosong ke arah sungai di bawahnya. Saat itu, Didik yang baru pulang dari tugas di Palabuhanratu melihatnya dan segera menyadari adanya situasi darurat.
“Saya melihat seorang perempuan berbaju hitam sudah berada di posisi berbahaya, siap untuk melompat. Tanpa berpikir panjang, saya langsung memarkirkan mobil, berlari ke arahnya, dan berteriak untuk menghentikannya,” ujar Didik saat dihubungi, Selasa (25/2/25).
Upaya Didik membuahkan hasil. Jeritannya membuat RY terkejut, sehingga memberikan waktu bagi Didik untuk meraih dan menahannya. Dengan bantuan warga sekitar, termasuk seorang pemilik bengkel dan pedagang tahu Sumedang, RY berhasil diamankan dan dibawa ke tempat yang lebih aman.
Pendekatan Persuasif dan Konseling
Setelah situasi terkendali, Didik membawa RY ke mobilnya. Di sana, ia memberikan air minum dan membiarkan RY meluapkan emosinya dengan menangis dan berteriak.
“Saya menyuruhnya menangis sepuasnya agar perasaannya lebih lega. Kemudian, saya membawanya ke Samsat Cibadak untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut,” jelas Didik.
Di Samsat Cibadak, Bripka Devi Riwa, seorang polwan yang memiliki pelatihan konseling, membantu menenangkan RY. Dari sesi konseling tersebut, terungkap bahwa RY nekat mencoba bunuh diri karena putus asa dan merasa kesepian. Selama ini, ia tinggal bersama neneknya dan merasa kurang mendapatkan perhatian serta tempat untuk mencurahkan isi hati.
Pesan Penting: Jangan Ambil Jalan Pintas!
Tidak ingin kejadian serupa terulang, Didik dan tim mengantar RY kembali ke rumahnya dalam keadaan selamat.
“Saya ingin mengingatkan kepada semua, terutama generasi muda, bahwa bunuh diri bukanlah solusi. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jangan ragu untuk mencari bantuan dan bercerita kepada orang yang dipercaya,” pesan Didik.
Berkat aksi cepat dan kepedulian seorang polisi, nyawa RY terselamatkan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi banyak orang bahwa ada harapan dalam setiap masalah, selama kita mau mencari bantuan. (Edo)
Redaktur : Andra Permana
