AdvertorialBisnisKabupaten Sukabumi

Piro Coffee, Kopi Nikmat Asli Sukabumi

Bantuan Pemerintah Tingkatkan Omzet

Reporter : Mulya H

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai syarat untuk bisa disebut sebagai daerah potensial penghasil kopi enak dan nikmat. Saat ini, produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Sukabumi berupa kopi telah dikenal berbagai kalangan.

Potensi kopi di Kabupaten Sukabumi tersebar di Kecamatan Gegerbitung, Nyalindung, Kadudampit, Cireunghas, Nagrak, Jampangtengah, Lengkong dan Surade. Adapun jenis kopi yang dikembangkan para petani yakni jenis Arabika dan Robusta. Dengan luasan lahan mencapai 300 hektare.

Salah satu produk kopi yang telah memiliki merk dagang dan menjadi binaan Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi, yakni Piro Coffee. Sentuhan tangan dingin Sri Fitriyani, sang pelaku IKM, sejak tahun 2015 telah menjadikan Piro Coffee disukai banyak kalangan.

“Ibu Sri ini, saya sebut punya tangan magis. Karena secara otodidak mampu menyulap kopi Sukabumi menjadi lebih nikmat dalam brand Piro Coffee,” ungkap Kepala Bidang ESDM dan Fasilitasi DPESDM Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana, Rabu (4/3/20).

Yana menjelaskan, Sri mampu menambahkan beberapa varian rasa pada olahan Piro Coffee. Sehingga tidak monoton dan lebih banyak pilihan. Di antaranya kopi full wash, red honey, natural, dan wine. Olahan kopi red honey menjadi unggulan Piro Coffee.

“Kesungguhan Bu Sri mengolah kopi sangat terlihat. Hingga Piro Coffee menjadi perhatian pemerintah. Dinas Pertanian Bidang Perkebunan, maupun Dinas Perindustrian dan ESDM sudah meliriknya sejak lama. Hingga tahun lalu, Piro Coffee mendapat bantuan alat untuk mengolah kopi dari Kementerian Perindustrian,” beber Yana, menjelaskan perjuangan Sri.

Tak hanya itu, Piro Coffee telah sering ‘mentas’ dalam berbagai even besar, mulai tingkat Jawa Barat hingga internasional. Terbaru, Sri dengan Piro Coffee miliknya ‘mejeng’ dalam Festival Budaya Thailand pada 7 hingga 9 Februari 2020 lalu.

“Pernah juga tampil di India bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Kami melihat, bantuan alat dari Pemkab Sukabumi berdampak positif. Selain produknya menjadi lebih bervariasi, juga berdampak pada omzet usahanya,” jelas Yana.

Sri, kata Yana, juga memproduksi parfum berbahan dasar kopi untuk pengharum mobil. Serta beberapa produk lainnya, seperti kopi roasted, kopi bubuk kemasan 100 gram dan 250 gram, ice coffee, dan kopi sachet yang baru saja dirilis seharga Rp 10 ribu untuk 12 sachet.

“Tahun 2019 lalu, omzet usaha Piro Coffee melesat mencapai angka Rp300 juta. Laba bersihnya mencapai Rp139 juta. Sangat fantastis,” tegasnya.

Jalan usaha Sri tak semudah dibayangkan. Mulai dari keluar masuk toko, rumah makan, hingga memanfaatkan teknologi internet melalui aplikasi WhatsApp, Instagram, dan Fesbuk.

“Prestasinya sudah cukup banyak. Di antaranya sebagai Pemuda inovatif tingkat Jawa Barat, Prestasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga, juga sebagai penerima Sukabumi Award tahun 2019,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close