Jembatan Sungai Ciranca Palabuhanratu Dibongkar, Bupati Sukabumi: “Kita Bangun yang Baru”

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bergerak cepat menangani banjir yang kembali merendam kawasan Puskesmas Palabuhanratu. Jembatan di atas Sungai Ciranca yang selama ini diduga menghambat aliran air resmi dibongkar dan akan segera dibangun ulang dengan desain lebih tinggi.

Langkah tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat di pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi yang sempat lumpuh akibat banjir.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan pembangunan jembatan pengganti harus dipercepat agar akses menuju Puskesmas Palabuhanratu kembali normal dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.

“Jembatan sudah dibongkar. Ini harus disegerakan dibangun karena menyangkut pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat. Jembatan akan segera dibangun dan dibuat lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Asjap saat meninjau pembongkaran jembatan, Senin (25/5/26).

Menurutnya, desain jembatan baru akan disiapkan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah menargetkan pengerjaan dapat segera dimulai setelah gambar teknis selesai disusun.

“Gambarnya akan dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi besok. Begitu semua siap, pengerjaan langsung dilakukan,” katanya.

Pembongkaran jembatan dilakukan menggunakan alat berat setelah banjir kembali melanda kawasan Palabuhanratu akibat hujan deras berintensitas tinggi, Minggu (24/5/26). Luapan Sungai Ciranca menyebabkan air masuk ke area Puskesmas Palabuhanratu hingga mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan.

Di tempat sama Plt Camat Palabuhanratu, Sutopo, mengatakan struktur jembatan lama dinilai terlalu rendah sehingga mempersempit ruang aliran sungai saat debit air meningkat drastis.

“Pembongkaran dilakukan atas arahan langsung Pak Bupati. Jembatan lama memang dinilai menjadi salah satu penyebab aliran Sungai Ciranca tersendat ketika hujan deras,” ujarnya.

Ia menjelaskan jembatan baru nantinya dirancang lebih tinggi agar kapasitas aliran air meningkat dan risiko banjir dapat ditekan, terutama di kawasan pelayanan publik yang berada di bantaran sungai.

Menurut Sutopo, percepatan pembangunan menjadi penting karena akses menuju fasilitas kesehatan tidak boleh terganggu terlalu lama.

“Selain berdampak pada pelayanan medis, banjir juga menghambat aktivitas warga di sekitar pusat pemerintahan Palabuhanratu,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru