Kabupaten SukabumiPeristiwa

Diguyur Hujan Lebat, Bangunan Madrasah Pesantren di Surade Sukabumi Runtuh

Sukabuminow.com || Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi menyebabkan satu unit bangunan pesantren di Kampung Naringgul, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, roboh total. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/1/26) sekitar pukul 08.00 WIB.

Bangunan yang ambruk diketahui merupakan Madrasah Diniyah (MD) yang berada di lingkungan Pesantren Gustanularipin. Selain dipicu cuaca ekstrem, kondisi fisik bangunan yang telah lapuk dan termakan usia diduga kuat menjadi faktor utama runtuhnya bangunan tersebut.

Pemilik pesantren, Ahmad Mustopa (50 th), yang juga berprofesi sebagai pengajar dan berdomisili di Kampung Naringgul RT 07/09, Desa Jagamukti, membenarkan bahwa bangunan tersebut sudah lama berdiri dan belum sempat dilakukan perbaikan menyeluruh.

Salah seorang warga setempat, Dede Baesusi (29 th), mengungkapkan bahwa kejadian robohnya bangunan berlangsung sangat cepat dan mengejutkan. Ia mengaku mendengar suara retakan keras sesaat sebelum bangunan ambruk.

“Sekitar pukul 09.00 WIB terdengar suara retakan yang cukup dahsyat dari arah bangunan madrasah. Saat saya mendekat, kondisinya sudah roboh total,” tutur Dede.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkan peristiwa itu kepada pemilik pesantren dan aparat desa. Sekitar pukul 10.00 WIB, unsur Pemerintah Kecamatan Surade, Polsek Surade, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Surade langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas bersama warga setempat melakukan evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan guna mencegah potensi bahaya lanjutan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bangunan dalam keadaan kosong dan tidak sedang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

P2BK Kecamatan Surade, Abay, membenarkan kejadian robohnya bangunan pesantren tersebut. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, bangunan ambruk akibat kombinasi hujan deras berkepanjangan dan kondisi struktur bangunan yang sudah tidak layak.

“Hasil pemantauan kami menunjukkan bangunan roboh akibat hujan deras dengan durasi cukup lama serta kondisi bangunan yang sudah lapuk. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Penanganan awal langsung kami lakukan bersama unsur muspika dan warga,” ujar Abay.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi.

“Kami mengingatkan warga agar lebih memperhatikan kondisi bangunan, terutama bangunan tua. Jika terdapat bangunan yang berpotensi roboh, segera laporkan kepada pihak desa atau kecamatan,” tambahnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page