AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Distan Sukabumi Beberkan Strategi RKPD 2027, Pertanian Sukabumi Makin Tangguh

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional. Dalam Forum Gabungan Perangkat Daerah yang digelar akhir Februari lalu di Aula DKUKM Kabupaten Sukabumi, sektor pertanian tampil sebagai episentrum pembahasan strategis penyusunan RKPD 2027.

Forum yang dihadiri sejumlah Kepala OPD lingkup Perekonomian dan Sumber Daya Alam serta unsur lintas sektoral tersebut menjadi ruang sinkronisasi kebijakan untuk memastikan keberlanjutan program swasembada pangan sejalan dengan visi pembangunan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, memaparkan capaian kinerja yang dinilai signifikan. Sepanjang 2025, produktivitas pertanian Sukabumi meningkat sebesar 25,46 persen. Angka ini menjadi indikator konkret penguatan sektor riil berbasis pangan.

“Peningkatan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti kerja kolektif petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami memastikan arah kebijakan tetap selaras dengan program swasembada pangan nasional serta memperkuat kemandirian daerah,” ujar Aep, Selasa (3/3/26).

Lonjakan produktivitas tersebut, kata Aep, dinilai relevan dengan agenda besar pemerintahan pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program Asta Cita Presiden RI. Sukabumi, dengan luas lahan pertanian dan potensi agroklimat yang beragam, menjadi simpul penting dalam rantai pasok pangan Jawa Barat bahkan nasional.

“Dalam perspektif pembangunan daerah, sektor pertanian bukan hanya soal produksi, melainkan juga stabilitas harga, kesejahteraan petani, serta keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Aep menegaskan bahwa tahun 2027 ditetapkan sebagai tahun akselerasi pertanian berkelanjutan. Fokus kebijakan tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi memperluas dampak ekonomi melalui pendekatan terintegrasi.

“Kami mengarahkan kebijakan pada penguatan sarana prasarana, peningkatan infrastruktur pertanian, optimalisasi irigasi, hingga pengembangan kawasan agroindustri. Dengan demikian, nilai tambah produk pertanian dapat dinikmati langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, perencanaan RKPD 2027 menempatkan pertanian sebagai sektor prioritas yang terhubung dari hulu hingga hilir. Strategi yang dirumuskan meliputi:

  • Modernisasi alat dan mesin pertanian.
  • Revitalisasi infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani.
  • Penguatan kelembagaan petani.
  • Pengembangan kawasan agroindustri berbasis komoditas unggulan.
  • Digitalisasi data produksi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat daya saing produk pertanian Sukabumi sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pengolahan hasil pertanian.

Sementara itu secara makro, peningkatan produktivitas 25,46 persen berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor primer. Selain itu, stabilitas produksi pangan berkontribusi dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Aep menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi prinsip utama kebijakan pertanian ke depan.

“Kami tidak hanya mengejar kuantitas produksi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Pertanian harus menjadi sektor yang modern, adaptif, dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!