Sukabuminow.com || Viral di media sosial, jembatan melintir di Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya diinvestigasi secara menyeluruh. Hasil penelusuran awal mengungkap sejumlah faktor yang diduga kuat menjadi penyebab kerusakan struktur jembatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bersama Polres Sukabumi melakukan survei kedua untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Dari hasil kajian sementara, jembatan diduga mengalami tekanan berlebih akibat tingginya aktivitas warga yang melintas setiap hari.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriandi, menjelaskan bahwa jembatan tersebut awalnya hanya dirancang untuk pejalan kaki. Namun dalam praktiknya, beban yang diterima jauh melampaui kapasitas awal.
“Sejak awal usulan sudah masuk pada Januari. Setelah kami cek kembali, memang ada peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada kondisi jembatan. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Sabtu (4/4/26).
Selain faktor beban, kondisi teknis di lapangan juga menjadi sorotan. Struktur jembatan yang sudah mengalami kelelahan material diduga memperparah kerusakan hingga menyebabkan bagian konstruksi melintir.
Tim teknis kini tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran sekaligus merancang konstruksi baru yang lebih kuat dan aman. Tidak hanya sekadar perbaikan, pemerintah bahkan membuka opsi peningkatan spesifikasi jembatan.
“Nilai anggaran masih kami hitung ulang. Kemungkinan lebih besar dari usulan awal karena akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis terbaru di lapangan,” kata Sendi.
Salah satu opsi yang dikaji adalah pelebaran jembatan agar dapat dilalui kendaraan roda dua. Langkah ini dinilai penting untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Di sisi lain, aparat kepolisian turut memastikan percepatan penanganan. Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, menyebut pihaknya bergerak cepat setelah menerima instruksi dari pimpinan.
“Kami langsung turun ke lokasi setelah mendapat arahan dari Mabes Polri dan Polda Jawa Barat. Koordinasi dengan pemerintah daerah sudah dilakukan untuk percepatan pembangunan,” ungkapnya.
Ia memastikan, hasil investigasi ini tidak hanya berujung pada perbaikan sementara, tetapi pembangunan ulang yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
“Jembatan ini sudah masuk dalam proyeksi pembangunan. Kami kolaborasi dengan Pemkab Sukabumi agar penanganannya tidak setengah-setengah,” tegasnya.
Sementara menunggu proses pembangunan, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah desa. Warga juga diimbau tidak memaksakan diri melintasi jembatan demi menghindari risiko kecelakaan.
Kasus jembatan melintir ini menjadi cerminan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala terhadap infrastruktur publik, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi. Pemerintah daerah pun berkomitmen menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar pembangunan ke depan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan rencana pembangunan yang ditargetkan dimulai pekan depan, warga kini berharap jembatan baru nantinya tidak hanya sekadar menggantikan yang lama, tetapi juga mampu menjawab tantangan mobilitas yang terus berkembang.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
