Sukabuminow.com || Insiden kecelakaan akibat jalan rusak di ruas Ciaul Pasir, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Peristiwa tersebut mendorong Pemerintah Kota Sukabumi untuk mempercepat langkah penanganan infrastruktur jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, memastikan bahwa perbaikan jalan kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengaku telah menerima laporan terkait kondisi ruas jalan tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Kami sudah menerima laporan dan langsung menyampaikan ke Dinas PUPR untuk melihat kondisi di lapangan,” ujarnya, Jumat (3/4/26).
Menurut Andang, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik. Hampir seluruh wilayah Kota Sukabumi mengalami kondisi serupa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur.
“Memang kondisi saat ini hampir semua jalan di Kota Sukabumi banyak yang rusak,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai sekitar Rp58 miliar. Namun, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama, terutama setelah adanya efisiensi anggaran sebelumnya yang mencapai Rp159 miliar.
“Total anggaran yang diajukan oleh PUPR sekitar Rp58 miliar untuk seluruh wilayah kota. Kita juga masih menunggu anggaran pusat,” ungkapnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkot Sukabumi tetap berkomitmen untuk memprioritaskan perbaikan jalan. Wali Kota Sukabumi telah menginstruksikan agar penggunaan anggaran difokuskan pada sektor infrastruktur, khususnya jalan, begitu dana tersedia.
“Pak wali kota sudah menginstruksikan, ketika anggaran turun nanti akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur, khususnya jalan,” jelas Andang.
Tidak hanya perbaikan biasa, metode yang akan digunakan juga dirancang lebih kuat agar jalan tidak mudah rusak kembali. Salah satunya dengan sistem pengecoran yang dinilai lebih tahan lama dibandingkan metode sebelumnya.
“Insya Allah nanti akan dilakukan pengecoran,” tambahnya.
Sebelumnya, seorang pengendara motor dilaporkan terjatuh akibat jalan berlubang di ruas Ciaul Pasir. Kejadian ini menjadi viral dan memicu reaksi warga yang mengeluhkan kondisi jalan yang sudah lama rusak dan semakin parah saat musim hujan.
Warga juga menyoroti buruknya sistem drainase yang mempercepat kerusakan jalan. Air yang menggenang dinilai memperparah kondisi aspal hingga berlubang dan membahayakan pengguna jalan.
Momentum viral ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
