AdvertorialKabupaten SukabumiSeni Dan Budaya

Pencak Silat Kapolres Cup 2025: Ratusan Pesilat Berlaga, Warisan Budaya Terus Dilestarikan

Sukabuminow.com || Festival Seni Pencak Silat Kapolres Cup ke-1 tahun 2025 digelar di GOR Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ajang ini diikuti oleh puluhan perguruan silat serta ratusan peserta dari berbagai kategori, mulai dari pelajar SD/sederajat, SMP/sederajat, hingga SMA/sederajat se-Sukabumi Raya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan inisiatif untuk memperkenalkan dan melestarikan seni pencak silat sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun jiwa sportivitas di kalangan pelajar agar mereka dapat menyalurkan energi dalam hal-hal positif.

“Kami menginisiasi festival ini dengan harapan memberikan wadah bagi pelajar dari SD, SMP, SMA, serta perguruan pencak silat se-Sukabumi Raya untuk berkompetisi secara sehat,” ujar Samian usai pembukaan kegiatan pada Jumat (31/1/25).

Tak hanya dari Sukabumi, peserta dari Cianjur dan Bogor juga turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.

Menjaga Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

Menurut Samian, festival ini juga menjadi salah satu upaya mencegah kenakalan remaja seperti tawuran, perkelahian, dan geng motor.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak agar terhindar dari pergaulan negatif. Dengan festival seperti ini, mereka bisa menyalurkan energi ke arah yang lebih baik sekaligus melestarikan pencak silat, seni bela diri warisan nenek moyang yang telah diakui UNESCO sebagai budaya dunia,” jelasnya.

Ia juga berharap agar Kapolres Cup dapat menjadi agenda tahunan, baik di tingkat kepolisian maupun pemerintah daerah.

“Tentu ini bisa terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.

Dukungan dari Bupati Sukabumi

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya festival ini.

“Kami sangat bersyukur atas adanya Festival Seni Budaya Pencak Silat Kapolres Cup. Kegiatan ini dapat mengisi agenda rutin IPSI, sekaligus menjadi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan hasil latihan mereka,” ujar Marwan.

Menurutnya, menang atau kalah bukanlah tujuan utama dalam kompetisi ini. Yang lebih penting adalah bagaimana para peserta dapat menampilkan hasil latihan mereka dengan penuh semangat dan motivasi.

“Di era digital ini, banyak anak-anak yang lebih tertarik dengan teknologi dibandingkan aktivitas fisik. Oleh karena itu, kreativitas para pelatih dan guru sangat dibutuhkan untuk menarik minat generasi muda agar mau belajar pencak silat,” terangnya.

Marwan juga mendorong agar event ini bisa masuk dalam kalender tetap IPSI dan dinas terkait, sehingga keberlangsungannya bisa lebih terjamin.

“Nanti kita bisa koordinasikan dengan IPSI. Saat ini, IPSI masih dalam tahap pembenahan pengurus, tetapi ke depan, kami harap agenda seperti ini bisa terjadwal secara rutin,” pungkasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!