Jangan Paksakan Diri Saat Mudik! Kasus Mobil Terperosok di Sukabumi Jadi Pengingat Pentingnya Istirahat
Sukabuminow.com || Arus mudik sering kali menjadi perjalanan panjang yang melelahkan. Namun satu hal yang kerap diabaikan banyak pengemudi adalah bahaya memaksakan diri tetap berkendara saat tubuh sudah lelah dan mengantuk.
Peristiwa yang terjadi di jalur selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi pengingat nyata.
Sebuah mobil minibus Daihatsu Xenia bernomor polisi G 1251 EH terperosok ke saluran drainase di Kampung Cileuleuy, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Minggu pagi (15/3/26).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun dugaan kuat mengarah pada faktor kelelahan dan kantuk pengemudi, yang merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan selama perjalanan mudik di Indonesia.
Jalaludin, warga setempat, mengaku pertama kali melihat mobil tersebut sudah berada di dalam saluran drainase saat melintas menuju SPBU sekitar pukul 10.00 WIB.
“Ketika saya lewat hendak ke SPBU, mobil Xenia itu sudah berada di dalam saluran. Warga juga sudah banyak yang membantu mengevakuasi kendaraan tersebut,” katanya.
Ia menduga kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut informasi yang beredar di lokasi, mobil tersebut merupakan kendaraan pemudik yang sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Argabinta melalui jalur selatan Surade–Tegalbuleud.
Kapolsek Tegalbuleud AKP HM Iqsan membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut. Menurutnya, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi yang kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Tegalbuleud. Dugaan sementara pengemudi mengantuk sehingga kendaraan keluar jalur dan masuk ke saluran,” ujar AKP HM Iqsan.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kendaraan berhasil dievakuasi pada hari yang sama dan pengemudi bersama penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan mereka.
Bahaya Mengemudi Saat Mengantuk
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk sama berbahayanya dengan mengemudi dalam kondisi mabuk.
Ketika tubuh lelah, kemampuan otak untuk bereaksi terhadap situasi di jalan menurun drastis. Dalam kondisi tersebut, pengemudi bisa mengalami microsleep, yaitu tertidur selama beberapa detik tanpa disadari.
Padahal, dalam kecepatan 80 km/jam, kendaraan dapat melaju lebih dari 20 meter hanya dalam satu detik tanpa kendali.
Jika ini terjadi di jalan sempit, tikungan, atau jalur selatan seperti di Sukabumi yang banyak memiliki kontur berkelok, risikonya bisa sangat fatal.
Para ahli keselamatan berkendara merekomendasikan beberapa aturan penting bagi pengemudi saat perjalanan jauh:
1. Maksimal Mengemudi 4 Jam
Pengemudi idealnya tidak mengemudi lebih dari 4 jam tanpa istirahat.
Setelah itu, berhentilah minimal 15–30 menit untuk meregangkan tubuh dan mengembalikan konsentrasi.
2. Total Mengemudi Maksimal 8 Jam Sehari
Perjalanan jauh sebaiknya dibagi dalam beberapa tahap. Batas aman berkendara adalah sekitar 8 jam per hari.
3. Hindari Jam Rawan Kantuk
Beberapa waktu yang paling rawan kantuk, yakni pukul 01.00 – 05.00 WIB, dan 13.00 – 16.00 WIB.
Pada jam tersebut, tubuh secara alami mengalami penurunan kewaspadaan.
4. Jangan Memaksakan Diri
Jika mulai mengalami tanda-tanda berikut, segera berhenti jika mata terasa berat, sering menguap, sulit fokus, dan kendaraan mulai keluar jalur.
Tips Mudik Aman agar Tidak Mengantuk
Agar perjalanan mudik tetap aman, pengemudi disarankan melakukan beberapa hal berikut:
– Tidur cukup minimal 6–8 jam sebelum perjalanan
– Beristirahat setiap 2–3 jam perjalanan
– Bergantian menyetir dengan pengemudi lain
– Minum air yang cukup agar tubuh tetap segar
– Hindari makanan terlalu berat sebelum berkendara
– Manfaatkan rest area atau SPBU untuk istirahat
Jalur selatan Kabupaten Sukabumi, termasuk ruas Surade–Tegalbuleud hingga Argabinta, dikenal memiliki karakter jalan yang menantang. Selain tikungan dan tanjakan, beberapa titik juga memiliki bahu jalan sempit serta saluran drainase di sisi jalan.
Dalam kondisi mengantuk, risiko kehilangan kendali kendaraan menjadi jauh lebih besar. Karena itu, pengemudi yang melintas di jalur ini sangat dianjurkan memastikan kondisi tubuh benar-benar prima.
Mudik Bukan Balapan, Keselamatan adalah Tujuan
Mudik sejatinya bukan soal siapa yang tiba lebih cepat, tetapi siapa yang tiba dengan selamat. Peristiwa mobil pemudik yang terperosok di Sukabumi menjadi pengingat bahwa perjalanan jauh membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Beristirahat sejenak mungkin terasa menunda perjalanan. Namun keputusan sederhana itu bisa menyelamatkan nyawa pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




