Sukabuminow.com || Suasana malam di Kampung Bantarbadak RT 05/04, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah tegang setelah warga menemukan sesosok mayat pria di dalam bak penampungan air kamar mandi sebuah rumah kosong pada Minggu (15/3/26) sekitar pukul 21.00 WIB.
Bangunan tersebut diketahui merupakan rumah yang sempat dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lokasinya yang jarang dihuni membuat penemuan tersebut langsung menimbulkan kecurigaan sekaligus kepanikan di kalangan warga.
Korban ditemukan dalam posisi sebagian tubuh terendam air di dalam bak penampungan kamar mandi.
Temuan itu segera dilaporkan warga kepada pihak kepolisian. Tak lama kemudian, petugas Polsek Cibadak tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Kapolsek Cibadak, Kompol I Djubaedi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang curiga dengan kondisi korban di dalam kamar mandi rumah kosong tersebut.
“Anggota mendapatkan informasi dari masyarakat terkait temuan mayat laki-laki, kemudian anggota mendatangi lokasi. Kebetulan saat itu sudah banyak masyarakat di sana,” ujarnya.
Dari pengamatan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban diperkirakan berusia lebih dari 30 tahun.
Petugas juga menemukan kondisi yang mencurigakan pada tubuh korban, yakni adanya busa yang keluar dari bagian hidung.
“Perkiraan umur 30 lebih. Yang saya lihat tadi hidungnya berbusa. Namun untuk luka-luka sepertinya belum ada,” katanya.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan awal kemungkinan korban mengalami gangguan pernapasan sebelum meninggal dunia. Namun polisi menegaskan bahwa penyebab kematian belum dapat dipastikan.
Dalam pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi juga menemukan uang tunai lebih dari Rp200 ribu yang masih tersimpan di pakaian korban.
Fakta ini menjadi salah satu petunjuk awal bahwa korban kemungkinan bukan menjadi sasaran perampokan. Meski begitu, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh kemungkinan penyebab kematian.
“Untuk memastikan nanti ada pemeriksaan visum luar dari dokter yang ada di rumah sakit ini,” jelas Djubaedi.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara awal, petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak.
“Kemudian kita evakuasi mayat tersebut ke RSUD Sekarwangi dan sekarang berada di kamar mayat. Kita juga berupaya menghubungi tim Inafis dari Polres Sukabumi,” ujarnya.
Tim Identifikasi Forensik (Inafis) akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematian secara ilmiah.
Hingga Minggu malam, identitas korban masih belum diketahui. Polisi juga belum menemukan dokumen identitas yang dapat membantu proses pengenalan korban.
“Kita sekarang masih menunggu. Mudah-mudahan setelah dilakukan pemeriksaan kita bisa mengetahui identitas dari almarhum tersebut,” kata Djubaedi.
Sementara itu, warga sekitar mengaku tidak mengenali korban. Bangunan tempat korban ditemukan diketahui jarang digunakan sehingga tidak banyak aktivitas di sekitar lokasi.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor atau mendatangi RSUD Sekarwangi guna membantu proses identifikasi korban.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
