Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan melalui program Karya Bhakti TNI Tahun 2025.
Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Karya Bhakti TNI yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Sri Baduga, Purwakarta, pada Selasa (14/10/25). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi Ahmad Samsul Bahri (ASB), dan Dandim 0622/Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo.
Desa Prioritas Ditentukan Berdasarkan Kebutuhan dan Dampak Manfaat
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri (ASB), menjelaskan bahwa pihaknya memiliki peran strategis dalam menentukan desa prioritas penerima manfaat program Karya Bhakti TNI.
“Kami berkoordinasi dengan Kodim, Dinas PU, Disperkim, dan Bappelitbangda untuk menentukan desa yang paling membutuhkan intervensi infrastruktur. DPMD juga memastikan kesiapan administrasi serta dukungan masyarakat agar pelaksanaan berjalan optimal,” jelasnya, Kamis (16/10/25).
Menurutnya, penentuan desa sasaran dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria prioritas, seperti:
- Desa tertinggal, terisolasi, atau minim akses infrastruktur.
- Kondisi jalan, jembatan, atau sarana vital yang rusak berat.
- Kesesuaian dengan prioritas pembangunan daerah dan RPJMD.
- Kesiapan kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
- Ketersediaan lahan dengan legalitas yang jelas.
- Skala manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
“Desa dengan kondisi geografis sulit dan akses terbatas menjadi fokus utama. Kami ingin Karya Bhakti benar-benar menjawab kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkapnya.
Sinkronisasi Program untuk Pemerataan Pembangunan Desa
Samsul menambahkan, program Karya Bhakti TNI akan disinergikan dengan TMMD, BSMSS, dan Bulan Bhakti Gotong Royong agar berdampak luas terhadap percepatan pembangunan desa di Kabupaten Sukabumi.
“TNI biasanya menyiapkan personel, alat berat, dan logistik. Sementara masyarakat berkontribusi melalui gotong royong dan penyediaan bahan lokal. Kami dari DPMD berperan dalam pengawasan dan memastikan kegiatan berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Selain aspek fisik, lanjut Samsul, DPMD juga memperkuat kelembagaan masyarakat desa seperti RT/RW, PKK, Karang Taruna, dan LPMD, agar turut berperan aktif dalam koordinasi di lapangan.
“Melalui pendekatan gotong royong, kami ingin masyarakat merasa memiliki program ini. Mereka tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan,” katanya.
Transparansi dan Apresiasi untuk Desa Aktif
Sebagai bentuk akuntabilitas, DPMD berkomitmen menjaga transparansi anggaran, spesifikasi pekerjaan, dan jadwal pelaksanaan agar masyarakat memahami dan mengawasi jalannya kegiatan.
Samsul Bahri juga menyebutkan bahwa DPMD akan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada desa maupun warga yang aktif mendukung keberhasilan Karya Bhakti TNI.
“Kami ingin menciptakan semangat kolaboratif. Desa yang berpartisipasi aktif akan menjadi contoh bagi desa lain,” tuturnya.
Masih dalam Tahap Koordinasi Lapangan
Terkait titik pelaksanaan Karya Bhakti TNI di Kabupaten Sukabumi, Samsul menyebutkan bahwa proses koordinasi dan survei lapangan masih berlangsung.
“Kami sedang menyesuaikan dengan hasil survei bersama Kodim dan perangkat daerah. Prinsipnya, desa yang dipilih nanti adalah desa yang paling membutuhkan dan siap berkolaborasi,” pungkasnya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
