Kabupaten SukabumiPemerintahan

Pembatasan Jam Operasional Cafe di Rawakalong, Kelurahan Palabuhanratu Komitmen Berikan Pembinaan

Sukabuminow.com || Pemerintah Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berkomitmen terus melakukan pembinaan terhadap para pelaku bisnis cafe dan restoran, dan tempat hiburan di Kampung Rawakalong RT 01/32. Hal itu ditegaskan Lurah Palabuhanratu, Hendriana.

Menurutnya, telah terjadi kesepakatan bersama agar aktivitas di sekitar area itu berhenti pada pukul 01.00 dini hari setiap harinya. Kesepakatan dicapai setelah sebelumnya pihak berwenang yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Sukabumi dan Forkopimcam Palabuhanratu mengajak duduk bersama para pemilik tempat usaha di area tersebut pada Selasa (16/1/24) lalu.

Baca Juga :

“Total ada tujuh cafe dan restoran di area itu. Pemberlakuan jam operasional hingga pukul 01.00 diharuskan untuk cafe yang terindikasi menjadi tempat hiburan malam. Dengan catatan, jam 00.00 itu sudah tidak ada musik atau kebisingan lainnya,” terangnya, Jumat (19/1/24).

Hendri menjelaskan, jam operasional hingga pukul 01.00 dini hari telah disepakati bersama. Sebelumnya, keputusan tersebut dipertimbangkan bersama antara tim gabungan dan para pemilik usaha tersebut. Ia menjelaskan, dari tujuh tempat tersebut, beberapa tempat di antaranya hanya beroperasi sampai jam 10.00 malam saja.

“Di situ kan ada cafe dan restoran. Mereka hanya sampai pukul 10.00 malam seperti biasa. Nah untuk yang sampai jam 01.00 itu tempat yang biasa buka sampai larut dengan musik dan lainnya,” jelasnya.

“Keputusan ini diambil setelah sebelumnya ada aduan dari masyarakat terkait kebisingan yang ditimbulkan salah satu tempat di situ. Kemudian kita tindaklanjuti bersama,” imbuhnya.

Lebih jauh Hendriana mengatakan, dasar hukum dari pembatasan jam operasional tersebut yakni Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat.

“Kesepakatan bersama dituangkan dalam bentuk surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai,” ujarnya.

“Konsekuensi yang melanggar kesepakatan bukan di kami, tapi di Satpol PP Kabupaten Sukabumi. Fungsi kami Kelurahan itu di ranah pembinaan saja,” pungkasnya. (Ade F)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button