Sukabuminow.com || Politisi PKB Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Hamzah Gurnita, menyambangi Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kamis (5/9/24). Kedatangannya untuk memeriksa langsung aduan sejumlah pedagang ihwal tunggakan kredit toko yang jumlahnya tiba-tiba melambung.
“Kami bersilaturami ke Pasar Palabuharatu menyikapi keluhan para pendagang terkait keberadaan pihak ketiga (PT. Oke Asset Indonesia red) yang mencoba mengintervensi para pedagang dengan dasar-dasar yang belum jelas sebenarnya,” kata Hamzah.
Dalam kesempatan itu, Hamzah mengajak diskusi UPTD PSM Palabuharatu dan Perwapas. Itu dilakukan untuk mencari solusi persoalan utang kredit pemilik toko yang dinilai memberatkan.
“Hasilnya disepakati akan dilakukan musyawarah lanjutan dengan mengundang pihak utama seperti PT. Oke Asset, My Bank, dan termasuk vendor. In Syaa Allah tanggal 2 nanti kita akan musyawarahkan. Dan ini pun sudah seizin Pak Bupati. Alhamdulillah beliau merespons cepat dan sudah memberikan izin untuk melakukan musyawarah ini,” katanya.
Hamzah mengaku telah menyampaikan hal itu kepada para pedagang agar tidak resah. Ia meminta para pedagang tetap fokus saja mencari nafkah. Ia menegaskan siap memperjuangkan para pedagang terkait utang kredit.
“Tadi juga saya sudah sampaikan kepada para pedagang agar jangan resah, fokus saja berjualan untuk mencari nafkah. Adapun persoalan kredit dan yang lainnya, saya sebagai wakil rakyat siap memfasilitasi,” tambahnya.
Di tempat sama Kepala UPTD PSM Palabuhanratu, Uus Heriyanto, memastikan pihaknya tidak pernah diberitahu peralihan kredit dari My Bank kepada PT. Oke Asset Indonesia. Ia mengaku kaget ketika mengetahui puluhan pedagang menerima surat peringatan dari PT. Oke Asset Indonesia.
“Dengan tiba-tiba PT. Oke Asset Indonesia datang ke pasar, tentu saya kaget juga. Kemudian saya koordinasi ke lapangan, ternyata PT. Oke Asset sudah mengedarkan surat kepada 40 pedagang. In Sya Allah kita akan tindak lanjuti setelah tadi silaturahmi pak dewan. Pada tanggal 2 Oktober kita akan panggil PT. Oke Asset, My Bank, dan developer juga,” pungkasnya.
Keresahan pedagang bermula ketika mereka mendadak menerima surat peringatan tunggakan kredit dari PT. Oke Asset Indonesia. Sementara kejelasan status PT. Oke Asset hingga kini masih dipertanyakan. Sebab sebelumnya, perbankan sebagai kreditur bangunan toko PSM Palabuhanratu dipegang My Bank. (Edo)
Editor : Andra Permana
