Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menyiapkan destinasi wisata baru yang mengandalkan keindahan panorama alam dan kekuatan potensi lokal. Kawasan Panenjoan Sampalan di Kampung Sampalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, kini mulai diproyeksikan menjadi desa wisata baru yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata Sukabumi di tingkat regional hingga nasional.
Langkah awal pengembangan tersebut dilakukan melalui peninjauan lapangan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pada Rabu (8/7/26). Kegiatan itu menjadi bagian dari proses identifikasi dan pemetaan potensi kawasan sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan destinasi wisata yang terarah dan berkelanjutan.
Panorama alam Panenjoan Sampalan dinilai memiliki nilai jual tinggi. Lanskap perbukitan, udara yang sejuk, serta suasana pedesaan yang masih alami dinilai mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata berbasis alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
Kawasan tersebut akan dipetakan secara menyeluruh agar setiap potensi yang dimiliki dapat dikembangkan secara optimal. Penataan kawasan juga akan disusun secara bertahap sehingga pengembangannya dapat dilakukan sesuai karakter wilayah dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan identifikasi potensi akan dilakukan bersama Pemerintah Desa Bojonggaling sebagai landasan dalam menentukan arah pengembangan destinasi.
“Melalui identifikasi dan pemetaan potensi, kami akan menentukan langkah pengembangan yang tepat, mulai dari penataan destinasi, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata,” kata Ali.
Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Perencanaan harus dilakukan secara matang agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat berjalan secara seimbang. Oleh karena itu, masyarakat akan ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan destinasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Ke depan, berbagai potensi pendukung juga akan didorong untuk berkembang. Mulai dari usaha mikro dan kuliner khas desa, produk ekonomi kreatif, homestay, paket wisata edukasi, hingga aktivitas wisata berbasis budaya dan alam akan dipersiapkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata desa,” ujarnya.
Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. Pengembangan kawasan juga akan diarahkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, hingga investor yang memiliki komitmen terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Panenjoan Sampalan diproyeksikan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi contoh pengembangan desa wisata yang mengedepankan pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” tegas Ali.
“Apabila proses pengembangan berjalan sesuai rencana, kawasan ini berpeluang menjadi salah satu ikon wisata baru di wilayah selatan Jawa Barat sekaligus memperkaya pilihan destinasi unggulan Kabupaten Sukabumi yang selama ini dikenal memiliki kekayaan alam, budaya, dan pesona geowisata kelas dunia,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
