Kabupaten Sukabumi

Ngopi Bareng Polisi, Cara Polantas Sukabumi Bangun Kesadaran Berlalu Lintas

Sukabuminow.com || Suasana sebuah warung kopi di pinggir jalan kawasan Cisaat Sabtu (25/10/25) tampak berbeda. Di antara kepulan aroma kopi hitam dan obrolan hangat para pelanggan, hadir sosok berseragam cokelat yang duduk santai sembari tersenyum ramah. Ia adalah Bripka Yogi Afrianto, anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sukabumi, yang tengah melaksanakan program “Polantas Menyapa.”

Bukan razia, bukan pula operasi penindakan. Kehadiran Bripka Yogi justru membawa suasana akrab dan penuh kehangatan. Ia menyapa satu per satu warga, mulai dari tukang ojek, bapak-bapak yang nongkrong pagi, hingga muda-mudi yang baru datang untuk menikmati sarapan.

“Atas perintah pimpinan, kami melaksanakan amanah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Banyak pertanyaan seputar lalu lintas yang disampaikan warga, dan kami tanggapi langsung dengan santai,” ujar Yogi.

Dalam perbincangan itu, berbagai pertanyaan muncul — mulai dari proses balik nama kendaraan, pembuatan SIM, hingga mekanisme tilang elektronik (ETLE). Yogi menjawab satu per satu dengan sabar dan bahasa yang mudah dipahami. Menurutnya, sesi seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar sosialisasi formal di ruang tertutup.

“Ketika kami menjawab pertanyaan mereka secara langsung, masyarakat lebih terbuka. Mereka tidak sungkan untuk bertanya bahkan menyampaikan keluhan. Kami juga selingi dengan candaan supaya suasananya cair dan humanis,” tambahnya.

Program Polantas Menyapa merupakan inovasi Sat Lantas Polres Sukabumi untuk menghadirkan pendekatan persuasif dan edukatif di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di area pelayanan seperti Samsat, tetapi juga di berbagai lokasi publik: pasar, taman kota, pangkalan ojek, hingga warung kopi. Tujuannya sederhana namun bermakna — menghadirkan polisi yang lebih dekat, hangat, dan dapat dipercaya.

Selain menjawab pertanyaan warga, para personel juga memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas, seperti pentingnya memakai helm, menjaga jarak aman, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Pendekatan ini dianggap mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tanpa tekanan.

“Kami berharap, melalui Polantas Menyapa, masyarakat bisa lebih dekat dengan polisi, khususnya polisi lalu lintas. Dengan cara seperti ini, edukasi lebih mudah diterima dan masyarakat pun lebih paham aturan-aturan berkendara,” pungkas Yogi.

Kegiatan sederhana di warung kopi itu mungkin tampak biasa. Namun, di balik secangkir kopi dan tawa ringan, terbangun jembatan kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Di situlah makna sejati Polantas Menyapa — membangun kedekatan, menumbuhkan kesadaran, dan menciptakan keamanan berlalu lintas yang lahir dari hati.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page