Sukabuminow.com || Touring bertajuk “Ngalongok Dulur di Lembur” dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, Sabtu (19/9/26), tidak sekadar menjadi perjalanan menyusuri wilayah selatan.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, memanfaatkan perjalanan tersebut untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar keluhan warga, sekaligus memantau kebutuhan pembangunan di sejumlah wilayah.
Rombongan bergerak dari kawasan Cikembang, Cikembar, menuju Ujunggenteng dengan sejumlah titik persinggahan. Rute perjalanan meliputi Jampang Tengah, Lengkong, Jampangkulon, Surade, hingga berakhir di Pantai Ujunggenteng.
“Setiap kita jalan ke wilayah, kita harus melihat dan mendengar seperti apa kondisi di wilayah tersebut. Kita harus mendengar keluhan-keluhan yang ada di wilayah, kemudian itu diprogramkan untuk selanjutnya,” ujar Asjap di Pit Stop 3, Alun Alun Jampangkulon.
Di sejumlah titik, kegiatan diisi dengan bakti sosial, pembagian sembako, bantuan air bersih, bazar UMKM, hingga penyerahan kunci rumah hasil program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan penyaluran air bersih di beberapa titik untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Asjap, kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara pemerintah daerah membaca persoalan secara langsung.
“Perjalanan ini jadi kita tidak hanya memotoran, tetapi kita melihat kondisi dan situasi di wilayah seperti apa,” katanya.
Selain persoalan sosial, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian dalam perjalanan tersebut.
Asjap menyebut sejumlah ruas jalan di kawasan Mataram, Cijaksa, hingga Lengkong masih membutuhkan perbaikan.
Sebagian ruas telah diperbaiki, sementara pekerjaan lainnya masih harus dituntaskan.
“Kalau yang ini tinggal sekitar empat kilometer,” ujar Asjap saat menanggapi progres perbaikan salah satu ruas jalan yang dilalui.
Perbaikan jalan tersebut menjadi isu strategis karena akses transportasi berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Asjap mengatakan penyelesaian pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap melalui program pemerintah daerah.
“In Syaa Allah di perubahan sekarang ada, tahun depan juga ada. Insyaallah sampai selesai mudah-mudahan semuanya tuntas,” katanya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
