AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Muhibah Ramadan 1447 H, Strategi Pemkab Sukabumi Bangun Ruang Aspirasi dan Aksi Nyata

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menggelar Muhibah Ramadan 1447 Hijriah sebagai agenda strategis tahunan yang bukan sekadar safari keagamaan, tetapi ruang silaturahmi, serap aspirasi, sekaligus penyampaian capaian pembangunan daerah.

Tahun ini, muhibah direncanakan berlangsung di 10 titik yang awalnya direncanakan di 12 titik, memperluas jangkauan pelayanan langsung pemerintah kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Asep Japar, didampingi Wakil Bupati Andreas dan jajaran perangkat daerah.

Dalam muhibah yang telah digelar di Kecamatan Kadudampit, Gunungguruh, hingga Cisaat, Bupati Asjap menegaskan komitmennya mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah, yakni maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Asjap mengatakan, berdasarkan data BPS Tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Sukabumi berhasil ditekan hingga 6,41 persen. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa arah kebijakan pembangunan mulai menunjukkan hasil positif.

“Alhamdulillah, persentase penduduk miskin berhasil kita tekan menjadi 6,41 persen. Namun kami tidak akan berpuas diri. Program pengentasan kemiskinan akan terus kami perkuat agar lebih responsif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Salah satu langkah konkret ialah pembangunan lebih dari 780 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sepanjang 2025 melalui Program Sakinah. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan ratusan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di wilayah Palabuhanratu dan Gegerbitung.

Langkah ini menjadi bagian dari isu strategis pembangunan berkelanjutan, terutama dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Sukabumi.

Dalam setiap muhibah, Bupati Asjap menempatkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Lebih dari 100 mahasiswa telah menerima beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Nusa Putra.

“SDM adalah kunci masa depan. Kita ingin generasi Sukabumi siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Maka akses pendidikan harus diperluas melalui program beasiswa,” ujarnya.

Selain beasiswa, peningkatan Upah Minimum Kabupaten (UMK) juga menjadi kebijakan strategis untuk mendongkrak kesejahteraan pekerja dan memperkuat daya beli masyarakat.

Muhibah Ramadan, kata Asjap, tidak berhenti pada seremoni. Berbagai kegiatan sosial digelar, mulai dari bazar sembako murah, pembagian bantuan sosial, hingga hadiah umroh bagi warga yang beruntung.

Di Masjid Jami Al-Muhajirin Gunungguruh, ratusan warga memadati lokasi bazar murah sejak pagi, Rabu (25/2/26). Siti (43 th), warga setempat, mengaku terbantu dengan adanya sembako bersubsidi.

“Alhamdulillah, harga lebih murah dari pasaran,” tuturnya haru.

Sementara di Cisaat, Jumat (27/2/26), seorang penerima beasiswa mengaku program pendidikan tersebut membuka harapan baru bagi keluarganya.

“Orang tua saya petani. Tanpa beasiswa, mungkin saya tidak bisa kuliah. Ini kesempatan besar untuk masa depan,” ungkapnya.

Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat memperkuat kepercayaan publik serta mempererat sinergi ulama, umaro, dan umat.

Menurut Asjap, Muhibah Ramadan 1447 H menjadi cerminan model kepemimpinan partisipatif yang mengedepankan dialog, transparansi capaian, dan komitmen perbaikan berkelanjutan.

“Saya dan Pak Andreas baru satu tahun memimpin. Masih banyak kekurangan. Kami mohon doa dan dukungan agar pembangunan Kabupaten Sukabumi berjalan lancar,” kata Asep Japar.

Dengan rencana pelaksanaan di 10 titik, Muhibah Ramadan tahun ini diproyeksikan semakin memperluas dampak sosial sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sukabumi sebagai daerah strategis di Jawa Barat yang progresif membangun dari akar rumput.

Langkah ini bukan hanya relevan secara lokal, tetapi juga menjadi contoh praktik tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara nasional.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page