Sukabuminow.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani dampak kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi yang terjadi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/26).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan puluhan rumah warga yang hangus dalam kebakaran tersebut akan dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Komitmen itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui video yang diunggah di akun media sosial resminya pada Sabtu malam. Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah kebakaran melanda kawasan permukiman masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya.
Respons cepat Pemprov Jabar menjadi angin segar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 51 rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.
KDM mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan tokoh adat setempat setelah menerima informasi mengenai kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di kawasan Kasepuhan Ciptamulya.
Ia menghubungi Sesepuh Adat Kasepuhan Sinarresmi, Abah Asep Nugraha. Abah Asep diketahui merupakan kerabat Abah Hendrik, Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya.
Dalam komunikasi tersebut, KDM menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu memulihkan kondisi masyarakat adat yang terdampak.
“Saya mendapat informasi sebanyak 51 rumah di Kasepuhan Ciptamulya mengalami kebakaran. Saya sudah menelepon Abah Asep dan menyampaikan bahwa 51 rumah yang terbakar itu akan segera dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya tidak hanya menyangkut kerusakan bangunan dan kehilangan tempat tinggal.
Kawasan tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat adat yang memiliki nilai sejarah dan tradisi yang perlu dijaga.
KDM menilai masyarakat kasepuhan selama ini mampu mempertahankan kehidupan yang mandiri dan harmonis. Sistem adat yang diwariskan secara turun-temurun juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Karena itu merupakan kekayaan budaya yang kita miliki. Mereka adalah masyarakat adat yang selama ini mandiri, mampu membangun kehidupan yang rukun, dan berswasembada pangan,” katanya.
Pernyataan tersebut menempatkan proses pemulihan Kasepuhan Ciptamulya tidak sekadar sebagai pembangunan kembali rumah warga. Pemulihan juga berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat adat serta warisan budaya Jawa Barat.
KDM meminta masyarakat Kasepuhan Ciptamulya tetap tenang menghadapi musibah tersebut. Ia juga mengimbau warga agar tidak larut dalam kesedihan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan akan segera turun ke lokasi. Pendataan terhadap dampak kebakaran menjadi bagian penting sebelum proses pemulihan dan pembangunan kembali dilakukan.
“Semoga Abah dan seluruh warga tetap tenang. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya,” katanya.
Komitmen pembangunan kembali tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga yang terdampak. Terlebih, sebagian masyarakat kini harus mengungsi setelah rumah mereka dilalap api.
Kebakaran hebat sebelumnya terjadi pada Sabtu siang di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Api tidak hanya menghanguskan rumah warga. Imah Gede atau rumah sesepuh adat juga ikut terbakar bersama sejumlah bangunan penting lainnya di kawasan tersebut.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sebanyak 51 rumah terdampak akibat kebakaran. Dampak sosial dari peristiwa ini juga cukup besar.
Sekitar 70 kepala keluarga atau lebih dari 400 jiwa terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan darurat.
Kini, perhatian tertuju pada proses penanganan warga terdampak sekaligus pemulihan kawasan adat tersebut. Dengan adanya komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun kembali 51 rumah, masyarakat Kasepuhan Ciptamulya diharapkan dapat segera bangkit dari musibah.
Pembangunan kembali nantinya tidak hanya menjadi langkah untuk menyediakan tempat tinggal bagi warga. Lebih dari itu, upaya tersebut menjadi bagian dari pemulihan kawasan adat yang memiliki nilai budaya penting bagi Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
