Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Muhibah Ramadan, sebuah inisiatif tahunan yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam percepatan pembangunan daerah. Tahun ini, kegiatan diawali di Yayasan Al-Rahimiyyah, Kecamatan Kadudampit, Senin (3/3/25), dengan berbagai agenda yang mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Muhibah Ramadan 1446 H memiliki makna khusus bagi Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas, karena menjadi program pertama yang mereka jalankan sejak dilantik. Dalam sambutannya, Asjap menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Melalui Muhibah Ramadan, kami ingin melihat kondisi di lapangan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah bagian dari visi pembangunan berkelanjutan yang kami usung,” ujarnya.
Pemerataan Pembangunan Berbasis Potensi
Salah-satu fokus utama dalam program ini adalah pemerataan pembangunan berbasis potensi lokal. Pemkab Sukabumi telah menyiapkan berbagai program inovatif yang mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dalam kesempatan itu, Asjap mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Sinergi dan gotong royong dinilai sebagai kunci utama untuk mencapai visi ‘Sukabumi Mubarakah’, yakni daerah yang unggul, maju, dan berbudaya.
“Dengan semangat kebersamaan, kita bisa mewujudkan Sukabumi yang lebih baik. Kami juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar setiap program pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas,” tambahnya.
Muhibah Ramadan di 10 Kecamatan: Meningkatkan Kebersamaan dan Kesejahteraan
Di tempat sama Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa Muhibah Ramadan 1446 H akan dilaksanakan di 10 kecamatan sebagai sarana untuk mempercepat realisasi visi pembangunan daerah.
Selain menjadi momen silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai program bermanfaat, seperti:
- Pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
- Penyerahan bantuan kepada imam masjid, guru ngaji, anak yatim, dan dhuafa.
- Kegiatan keagamaan yang bertujuan meningkatkan spiritualitas masyarakat di bulan suci Ramadhan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujar Wawan.
Muhibah Ramadan bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera. Dengan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan setiap kebijakan yang diambil benar-benar membawa manfaat nyata bagi seluruh warga.
Melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis potensi lokal, Kabupaten Sukabumi siap melangkah menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan merata. (Ridwan HMS)
Redaktur : Andra Permana
