Sukabuminow.com || Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) memperkenalkan inovasi terbaru berupa situs web yang ditujukan untuk memudahkan desa dalam berkonsultasi terkait pembangunan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga kegiatan lainnya.
Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 dan Program Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa (14/1/25). Acara ini dihadiri oleh Kasi Binwasdes Kecamatan, perangkat desa, serta pihak terkait lainnya di Kabupaten Sukabumi.
Syarif Hidayat, Kepala Bidang Penataan Desa Dan Sarana dan Prasarana Desa (PSPD), menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. Menurutnya, sinergi dan pemahaman yang sama menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program ini.
“Kenapa Kasi Binwas Kecamatan perlu memahami? Karena mereka adalah ujung tombak pembinaan dan pengawasan. Bagaimana mereka bisa mengawasi jika tidak mengerti permasalahannya? Oleh karena itu, kami berupaya menyelaraskan pemahaman dari tingkat provinsi hingga desa,” jelas Syarif, Rabu (15/1/25).
Lebih lanjut, Syarif memaparkan bahwa Program Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) bertujuan menjadi ruang konsultasi elektronik yang memungkinkan desa untuk berkomunikasi dengan penyedia jasa. Melalui situs web https://p2ktd.kemendesa.go.id, perangkat desa dapat memperoleh panduan dan konsultasi terkait berbagai kebutuhan.
“Contohnya, jika desa ingin membangun lapangan mini soccer, mereka bisa menggunakan situs web ini untuk mengetahui estimasi biaya, komponen yang dibutuhkan, dan panduan teknis lainnya. Ada pihak konsultan yang akan memberikan jawaban secara langsung,” tambahnya.
Tidak hanya terbatas pada infrastruktur, Syarif juga menekankan bahwa web ini dapat digunakan untuk konsultasi mengenai kegiatan peningkatan kapasitas SDM. Misalnya, untuk pelatihan BPD atau perangkat desa, desa bisa mendapatkan informasi mengenai materi yang diperlukan melalui situs tersebut.
Ia berharap, mulai tahun 2026, desa-desa dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. “Saat ini, desa tidak perlu bingung atau ragu lagi. Semua kebutuhan terkait pembangunan dan pengembangan SDM sudah difasilitasi oleh Kemendesa,” ujarnya.
Pada akhirnya, Syarif menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas pembangunan dan akuntabilitas desa. “Kami berharap hasil akhir dari setiap kegiatan desa menjadi lebih maksimal dan berdampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (Edo)
Editor : Andra Permana
