AdvertorialKabupaten SukabumiPariwisata

Menjelajah Surga Alam Sukabumi: Dari Pantai Ikonik hingga CPUGGp

Sukabuminow.com || Dikenal dengan garis pantai sepanjang 117 kilometer, Kabupaten Sukabumi merupakan surga tersembunyi di selatan Jawa Barat yang menawarkan pesona alam lengkap mulai dari gunung, rimba, laut, pantai, sungai, hingga seni budaya atau yang dikenal dengan akronim GURILAPSS. Kawasan ini kerap menjadi destinasi favorit wisatawan, khususnya saat libur panjang seperti di bulan Mei 2025.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa Sukabumi menyimpan kekayaan alam luar biasa, tidak hanya dari sisi keindahan, tetapi juga nilai konservasi dan sejarah geologis yang diakui dunia.

“Kabupaten Sukabumi adalah rumah bagi berbagai objek daya tarik wisata alam dan budaya. Selain pantai-pantainya yang eksotis, kami juga memiliki Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (CPUGGp) yang telah diakui UNESCO sebagai Global Geopark sejak 2018,” ujar Sendi, Rabu (4/6/25).

Pantai Istana Presiden: Menikmati Senja dan Kuliner Laut

Salah satu ikon wisata Palabuhanratu adalah Pantai Istana Presiden (IP). Daya tarik utama pantai ini adalah suasana rindang yang menenangkan dengan latar belakang Gedung Pasanggrahan yang historis. Wisatawan dapat berswafoto di antara pepohonan dan karang yang indah, atau sekadar menikmati matahari tenggelam di balik cakrawala.

Di sekitar pantai, deretan warung tradisional dan rumah makan menyajikan aneka hidangan laut segar, mulai dari masakan khas Sunda hingga kuliner Asia Tenggara. Pantai IP menjadi lokasi ideal untuk beristirahat sembari mencicipi kekayaan rasa lokal.

RTH Citepus: Berkuda Menyusuri Ombak

Hanya beberapa menit dari Pantai IP, terdapat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Citepus, sebuah tempat wisata keluarga yang menawarkan pengalaman unik berkuda di sepanjang bibir pantai. Suasana asri dan angin laut yang menyegarkan menjadikan lokasi ini favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam dengan cara yang berbeda.

Pantai Padi-Padi: Destinasi Santai Menyambut Senja

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana santai dengan jajanan kaki lima, Pantai Padi-Padi adalah pilihan sempurna. Dulunya dikenal sebagai “Café Supa”, pantai ini memiliki area duduk teduh di sepanjang trotoar dengan payung-payung berbentuk jamur.

Pantai ini juga merupakan spot paling direkomendasikan untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam secara langsung. Namun, pengunjung tetap diimbau untuk mematuhi rambu keselamatan, terutama jika ingin bermain air atau berenang, mengingat ombak yang cukup tinggi di kawasan ini.

Geyser Cisolok: Terapi Alami dari Perut Bumi

Di wKecamatan Cisolok, terdapat fenomena alam langka bernama Geyser Cisolok, sebuah pemandian air panas alami yang menyembur dari perut bumi. Sumber air panas ini mengandung belerang yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan kulit dan sendi.

“Geyser Cisolok menjadi salah satu wisata unggulan yang menawarkan sensasi terapi alami. Fasilitas di lokasi ini cukup lengkap, mulai dari kolam rendam, warung makan, hingga panggung hiburan,” tambah Sendi.

CPUGGp: Warisan Dunia yang Menjaga Alam dan Budaya

Kekayaan wisata Sukabumi tidak lengkap tanpa menyebut Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Kawasan ini tidak hanya memamerkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai geologi, ekologi, dan budaya lokal yang unik. Mulai dari air terjun Curug Sodong, Tebing Panenjoan, hingga Pantai Palangpang—setiap titik di CPUGGp menyuguhkan panorama luar biasa yang siap memikat siapa pun yang berkunjung.

“Melalui pengembangan CPUGGp, kami mendorong pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Ini adalah bentuk sinergi antara pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Sendi.

Dengan pesona alam yang tiada duanya dan komitmen pelestarian melalui CPUGGp, Kabupaten Sukabumi layak menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia. Tidak hanya menyegarkan raga dan pikiran, berwisata ke Sukabumi juga berarti ikut menjaga warisan dunia untuk generasi masa depan.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page