AdvertorialKabupaten SukabumiKesehatan

Media Peduli Aids, ‘Jalan Ninja’ KPA Tanggulangi HIV/Aids

Sukabuminow.com || Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sukabumi menggelar seminar bertajuk ‘Media Peduli Aids’ di Aula Rumah Makan Priuk Rengganis, Jalan Raya Kadudampit – Situgunung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/12/22).

Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Sukabumi, Dadang Sucipta mengatakan, di Kabupaten Sukabumi media peduli Aids sudah terbentuk sejak tahun 2004. Pihaknya memandang perlu peran serta media guna menyosialisasikan penanggulangan Aids kepada masyarakat.

“Tupoksi KPA itu advokasi, koordinasi, fasilitasi, dan sosialisasi. Maka itu, insan pers merupakan salah satu elemen penting dalam mengedukasi dan menyosialisasi penanggulangan dan penekan penularan HIV,” kata Dadang.

KPA, kata Dadang, memiliki target 3.0, yakni nol kematian, nol penularan, dan nol diskriminasi.
Di Kabupaten Sukabumi sendiri, menurutnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan, terhitung sejak tahun 2004 hingga November 2022 terdapat 1387 orang yang terpapar HIV/Aids.

“Tahun ini ada peningkatan drastis. Ada 207 orang yang terdeteksi terpapar HIV/Aids. Untuk itu, sebagai pencegahan, target kita tahun 2024 sudah dapat menyebarluaskan 100 persen informasi mengenai HIV/Aids kepada remaja usia 14 tahun ke atas,” ujarnya.

Lebih lanjut Dadang menyampaikan, penularan HIV/Aids hanya bisa melalui jarum suntik atau campuran darah, air mani atau hubungan seksual, dan air susu ibu atau ASI.

“Jadi kita tidak perlu takut atau bersikap diskriminatif kepada ODHA (Orang Dengan HIV/Aids). Karena sebenarnya HIV/Aids paling mudah dicegah dan paling sulit menular. Hanya menular melalui hubungan sex normal maupun tidak normal, seperti banyak kasus hubungan sex antara laki-laki dan laki-laki,” ucapnya miris.

Ia menegaskan, mencegah HIV/Aids terbilang mudah. Salah satunya dengan mematuhi ajaran agama, seperti jauhi sex di luar nikah, bersikap saling setia, hindari narkoba, serta memahami edukasi tentang HIV/Aids.

“Pondasi agama yang kuat adalah hal yang paling penting untuk mencegah HIV/Aids. Serta ditanggunglangi dengan obat Anti retipiral di minum seumur hidup tepat waktu,” imbuh Dadang.

Saat ini, KPA Kabupaten Sukabumi memiliki tujuh orang tenaga peninjau atau pendamping bagi yang terpapar HIV/Aids.

“Kalau ditanya apakah ODHA bisa sembuh, bisa saja sembuh pakai obat. Artinya sembuh itu virusnya diam atau tidak terdeteksi dan bukan sembuh permanen karena harus mengkonsumsi obat seumur hidup dan tepat waktu. Namun penderita dapat beraktivitas seperti orang pada umunnya,” ungkap Dadang.

ODHA juga bisa mempuyai anak, tanpa si anak tertular, yakni dengan mengikuti program Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA).

“Alhamdulilah program PPIA sudah banyak yang berhasil,” pungkasnya. (Ceppy ST)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button