Sukabuminow.com || Seorang wanita asal Sukabumi meninggal dunia di dalam mobil travel Bekasi–Sukabumi pada Sabtu (8/11/25). Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah sejumlah warganet membagikan kabar meninggalnya korban saat perjalanan pulang ke kampung halamannya.
Korban diketahui bernama Risnawati (40 th), warga Kampung Cipanengah, Desa Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Sukabumi. Ia ditemukan tidak bernapas di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, saat mobil travel Toyota Avanza yang ditumpanginya tengah melaju.
Polres Sukabumi memastikan peristiwa tersebut benar adanya dan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diduga meninggal akibat penyakit lambung kronis yang telah lama dideritanya, bukan karena tindak kekerasan.
“Saksi menyebut korban sudah sering mengeluh sakit sejak September 2025. Dalam sepekan terakhir, ia bahkan sulit makan karena sakit lambung,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/25).
Beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya Selasa (4/11/25), Risnawati sempat menjalani perawatan di sebuah klinik dan mendapat infus. Setelah itu, ia tidak lagi masuk kerja hingga akhirnya dijemput rekan-rekannya untuk pulang ke Sukabumi pada Sabtu pagi.
Namun, kondisi fisiknya saat dijemput membuat rekan-rekannya terkejut. Kulit bagian leher, pipi kanan, dan area mata korban tampak melepuh. Saat ditanya, Risnawati hanya menjawab singkat bahwa ia merasakan sakit dan perih.
Perjalanan menuju Sukabumi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 09.30 WIB, sopir travel menyadari korban tidak lagi bernapas. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal.
Dalam penanganan di tempat kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, seperti telepon genggam, tas berisi kosmetik, kalung berwarna emas, charger, uang koin Rp400, serta beberapa obat lambung dan vitamin.
Hasil pemeriksaan luar (visum et repertum) memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan luka akibat kekerasan tumpul maupun tajam,” jelas Tono.
Namun, visum menunjukkan adanya luka melepuh pada wajah dan leher, serta gangguan pada saluran pernapasan yang menyebabkan tersumbatnya jalan napas.
“Kesimpulan sementara, korban mengalami cedera pada jalan napas yang menjadi penyebab utama kematian,” tambahnya.
Meski sempat ramai di media sosial dan menimbulkan beragam spekulasi, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima bahwa korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
“Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya,” ujar Tono menutup keterangan.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya memeriksakan kesehatan secara rutin, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit lambung atau gangguan pencernaan kronis. Polisi juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi tanpa konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
