AdvertorialKabupaten Sukabumi

Konsumsi Susu Segar Kabupaten Sukabumi Meningkat, Ternak Sapi Perah Perlu Ditambah?

Sukabuminow.com || Konsumsi susu segar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus meningkat setiap tahunnya. Tak hanya untuk diminum secara langsung oleh masyarakat, namun juga untuk keperluan industri. Mengingat banyaknya perusahaan yang mengolah susu segar menjadi minuman kesehatan.

Kepala Bidang ESDM dan Fasilitasi Industri Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana mengatakan, pertumbuhan peningkatan konsumsi susu segar di Kabupaten Sukabumi mengikuti peningkatan secara nasional. Berdasarkan data yang ada, sejak tahun 2016, konsumsi susu segar secara nasional terus meningkat.

“Tahun 2016 itu sekitar 972.619 ton, kemudian 2017 berada di angka 1.013.238 ton, 2018 di 1.054.983 ton, 2019 menjadi 1.098.125 ton, dan 2020 di angka 1.142.393 ton konsumsi susu segar di Indonesia,” terang Yana melalui keterangan tertulisnya, Minggu (14/11/21).

Untuk memenuhi kebutuhan susu segar itu, kata Yana, pemerintah masih mengandalkan pasokan dari negara tetangga, seperti Australia dan Selandia Baru. Di Kabupaten Sukabumi, kebutuhan susu segar untuk industri sangat besar.

“PT Indolakto saja butuh 80 ton per hari. Mereka kekurangan setengahnya. Kemudian Cimory butuh 160 ton per hari, tapi baru bisa 120 ton. Belum lagi yang lainnya seperti pabrik susu Ultra di Padalarang, Bukit Baros sebagai produsen keju, mereka butuh susu segar dalam jumlah besar. Tapi belum terpenuhi,” jelasnya.

Permasalahan tersebut, ungkap Yana, bisa diatasi dengan penambahan populasi ternak sapi perah. Terlebih, susu segar hasil sapi perah yang ada sejauh ini kualitasnya masih perlu ditingkatkan.

“Populasi sapi perah di Kabupaten Sukabumi saat ini ada 3.646 ekor. Jika nilai laktasi 15 liter per hari, maka estimasi total produksi hanya 43.752 liter atau 45.065 kilogram per hari. Jelas masih jauh,” bebernya.

Menurutnya, ternak sapi perah di Kabupaten Sukabumi perlu ditambah. Jika nilai laktasi 15 liter per ekor sapi, maka dibutuhkan setidaknya 10 ribu ekor sapi dengan nilai investasi sebesar 170 Miliar Rupiah.

“Itu akan menghasilkan 150 ton susu sapi segar per hari,” pungkasnya. (Ceppy ST)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button