Api dari Kabel: Kebakaran di Sukabumi Ungkap Bahaya Listrik yang Diabaikan

Sukabuminow.com || Kampung Cimahi Legok Mangga, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak panik. Asap tebal membumbung dari sebuah rumah warga, disusul kobaran api yang mulai melahap bangunan, Selasa (17/3/26) sekitar pukul 07.15 WIB.

Dalam hitungan menit, situasi yang tampak biasa berubah menjadi ancaman serius bagi permukiman di sekitarnya.

Warga yang panik berupaya memadamkan api secara seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat datang dari Posko Damkar Surade yang tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB, atau hanya lima menit setelah laporan diterima.

Petugas langsung melakukan pemadaman intensif dan mencegah api menjalar ke rumah lain yang berada dalam jarak berdekatan.

Wadanpos Damkar Surade, Asep, mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran.

“Laporan kami terima pukul 07.15 WIB dan tiba sekitar 07.20 WIB. Dugaan sementara dipicu korsleting listrik di dalam rumah,” ujarnya.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum meluas.

“Alhamdulillah tidak sampai merembet ke bangunan lain,” tambahnya.

Kasus di Sukabumi ini bukan yang pertama dan hampir pasti bukan yang terakhir. Korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran rumah di Indonesia. Faktor pemicunya beragam, mulai dari instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kabel usang, hingga penggunaan peralatan listrik berlebihan dalam satu jalur.

Di banyak wilayah, termasuk Sukabumi, persoalan ini sering dianggap sepele, hingga akhirnya memicu bencana.

Padahal, tanda-tanda bahaya sering muncul lebih dulu: kabel panas, percikan kecil, atau listrik yang sering turun.

Kondisi permukiman yang relatif padat seperti di sejumlah wilayah Sukabumi membuat risiko kebakaran menjadi lebih tinggi. Jika api terlambat dikendalikan, potensi merembet ke rumah lain bisa terjadi dalam waktu singkat.

Dalam konteks ini, kecepatan respons Damkar menjadi garis pemisah antara insiden dan bencana besar. Namun, mengandalkan pemadam kebakaran saja tidak cukup.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat luas: bahaya listrik bukan ancaman baru, tetapi masih sering diabaikan. Asep mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana namun krusial.

“Masyarakat harus rutin memeriksa instalasi listrik, menggunakan perangkat sesuai standar, dan tidak menumpuk penggunaan listrik dalam satu sumber,” tegasnya.

Kebakaran bukan hanya soal api yang melahap bangunan, tetapi juga tentang potensi kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan nyawa.

Biaya pencegahannseperti memperbaiki instalasi listrik, jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran. Kasus di Citanglar, Surade, menjadi pengingat nyata bahwa bencana bisa datang dari hal paling sederhana: kabel listrik di rumah sendiri.

Di balik kepulan asap yang sempat menggelapkan pagi itu, tersimpan pesan kuat untuk seluruh Indonesia—waspada, periksa, dan jangan abaikan keselamatan listrik di rumah.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru