Korban Terakhir Terseret Arus Laut Sukabumi Ditemukan, Pencarian SAR Berakhir

Sukabuminow.com || Operasi pencarian wisatawan yang hilang akibat terseret arus di perairan selatan Kabupaten Sukabumi akhirnya berakhir. Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban terakhir, Angga (28 th), pada Selasa (20/1/26) pagi, setelah dilakukan penyisiran intensif sejak pagi hari.

Penemuan jasad tersebut bermula dari informasi nelayan yang melihat sesosok tubuh mengapung di laut. Tim SAR yang tengah melakukan penyisiran menggunakan perahu karet segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Komandan Tim SAR Pos SAR Sukabumi, Arizal, menjelaskan bahwa penyisiran dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Informasi nelayan menjadi petunjuk penting dalam mengarahkan tim menuju lokasi penemuan.

“Pagi tadi kami melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Kemudian kami mendapat informasi dari nelayan dan mengikuti arah yang ditunjukkan menuju perairan Ujunggenteng,” ujar Arizal.

Lokasi penemuan jasad diketahui berada sekitar 1,5 nautical miles dari titik awal kejadian. Perahu evakuasi masuk melalui wilayah Pantai Pajagan, sementara posisi korban masih berada di sekitar perairan tersebut.

Menurut Arizal, nelayan yang pertama kali melihat jasad tidak berani melakukan evakuasi mandiri. Mereka memilih menuju dermaga dan melaporkan temuan tersebut kepada tim SAR.

“Mereka langsung mengajak tim Basarnas untuk mengevakuasi. Itu langkah yang tepat demi keselamatan,” katanya.

Saat ditemukan, jasad korban berada dalam kondisi telungkup dan mengapung di permukaan air. Korban mengenakan pakaian bagian atas, sementara bagian bawah hanya mengenakan pakaian dalam.

Pihak keluarga korban kemudian memastikan identitas jasad tersebut sebagai Angga, wisatawan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus laut beberapa hari lalu.

“Untuk saat ini sudah dipastikan oleh pihak keluarga bahwa korban yang ditemukan adalah almarhum Angga,” jelas Arizal.

Dengan ditemukannya korban terakhir, total dua wisatawan yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan pun secara resmi menutup operasi pencarian.

“Alhamdulillah seluruh korban sudah ditemukan. Dengan demikian, operasi SAR kami nyatakan ditutup,” pungkasnya.

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di kawasan pantai selatan Sukabumi, yang dikenal memiliki karakter gelombang tinggi dan arus balik kuat. Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan wisatawan serta kepatuhan terhadap rambu dan imbauan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pesisir.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru