Ironi Proyek Pendidikan : Kelas Baru, Utang Baru

Sukabuminow.com || Pada Minggu (7/1/24), pukul 14.15 WIB, dua ruang kelas SDN Citangkil, yaitu kelas II dan III, ambruk. Peristiwa ini menjadi awal dari proyek rehabilitasi yang kini menyisakan polemik di Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai respons terhadap insiden tersebut, proyek rehabilitasi dilakukan mulai 29 Juli 2024, dengan anggaran sebesar 257.237.000 rupiah dari APBD 2024. Pekerjaan ini diserahkan kepada pihak ketiga dan rampung pada November 2024. Namun, dua bulan setelah penyelesaian proyek, masalah baru muncul, utang sebesar 15,5 juta rupiah kepada warga setempat belum dilunasi.

Utang tersebut meliputi biaya tenaga kerja harian dan material. Menurut Asep, salah seorang warga setempat, pelaksana proyek beberapa kali berjanji akan menyelesaikan pembayaran tersebut, tetapi hingga kini tidak ada realisasi. Sebagai bentuk protes, warga menahan kunci pintu dua ruang kelas hasil rehabilitasi tersebut.

Deni Hermawan, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, mengaku telah beberapa kali memanggil pihak ketiga yang menjadi pelaksana untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami sudah menyampaikan kepada pihak penyedia jasa untuk segera menyelesaikan utang piutang di lapangan. Namun, hingga saat ini memang belum ada tindak lanjut,” jelasnya, Senin (6/1/25).

Ironisnya, proyek ini diharapkan menjadi solusi atas kondisi fasilitas pendidikan yang memprihatinkan. Sebelumnya, pada 2023, ruang kelas I sudah lebih dulu dibangun. Kini, meski ruang kelas II dan III telah selesai direhabilitasi, kisahnya justru diwarnai konflik yang tak kunjung usai. (**)

Editor : Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru