Momentum Idulfitri, Bupati Sukabumi Perkuat Agenda Strategis Pelayanan dan Ekonomi Kerakyatan
Sukabuminow.com || Idulfitri 1447 Hijriah tidak sekadar menjadi momentum keagamaan, tetapi dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai titik konsolidasi untuk mempercepat agenda pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa pasca-Ramadan menjadi fase strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, memperluas pemerataan pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Menurutnya, tren pembangunan di Kabupaten Sukabumi menunjukkan progres positif, terutama pada sektor pelayanan dasar dan penguatan ekonomi lokal. Namun, pemerintah daerah tetap menaruh perhatian serius terhadap sejumlah tantangan yang masih harus diselesaikan secara kolaboratif.
“Perbaikan pelayanan publik dan pembangunan terus berjalan, tetapi masih terdapat pekerjaan rumah yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dalam sambutannya sebelum salat Id, Sabtu (21/3/26) pagi di Alun-alun Palabuhanratu.
Pemkab Sukabumi, kata Asjap, saat ini memprioritaskan tiga agenda utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi kerakyatan, dan menjaga stabilitas daerah, terutama pada momentum arus mudik dan kunjungan wisata.
Dalam konteks ini, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur dan pelayanan di titik-titik strategis, termasuk jalur mudik dan destinasi wisata unggulan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah selama libur Lebaran.
Asjap juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan aparat di lapangan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta ketertiban masyarakat, baik bagi warga lokal maupun wisatawan.
“Kabupaten Sukabumi harus hadir sebagai daerah yang aman, nyaman, dan ramah, terutama di momen mobilitas masyarakat yang tinggi,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Sukabumi juga menempatkan penguatan ketahanan sosial sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas masyarakat.
Asjap mengajak masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persatuan dan menghilangkan potensi konflik sosial.
“Nilai kebersamaan harus terus dijaga. Persaudaraan dan kepedulian sosial menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, menjelaskan bahwa selama Ramadan, Pemkab Sukabumi telah menjalankan program Muhibah Ramadan sebagai bentuk intervensi sosial langsung kepada masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan di 11 kecamatan dengan pendekatan terpadu, mencakup penguatan ekonomi masyarakat melalui bazar, peningkatan spiritualitas melalui kegiatan keagamaan, serta bantuan sosial bagi kelompok rentan.
Sebanyak 2.500 paket bantuan telah disalurkan kepada kaum duafa dan anak yatim. Selain itu, program penghargaan bagi tokoh keagamaan juga diperluas, termasuk pemberian hadiah umrah kepada guru ngaji, marbot, imam masjid, dan tokoh masyarakat.
“Program ini tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal serta memperkuat jejaring solidaritas masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, intervensi perbaikan rumah tidak layak huni turut menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Ke depan, Pemkab Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, dunia usaha, maupun masyarakat. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
Dengan memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai penguat konsolidasi sosial dan pemerintahan, Kabupaten Sukabumi diarahkan untuk menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai sosial dan spiritual.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




