Awas Penipuan! Nomor Ini Mencatut Nama Sekda Kabupaten Sukabumi

Sukabuminow.com || Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital yang mencatut nama pejabat pemerintah. Kali ini, sebuah nomor WhatsApp +62 821-2485-055 diketahui mengatasnamakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Ade Suryaman.

Informasi tersebut disampaikan melalui media publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai bentuk klarifikasi sekaligus peringatan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun percakapan yang berasal dari nomor tersebut.

Dalam materi sosialisasi itu dijelaskan bahwa nomor tersebut bukan merupakan kontak resmi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. Pelaku diduga menggunakan identitas pejabat daerah untuk memperoleh kepercayaan calon korban sebelum melancarkan aksi penipuan.

Tangkapan layar percakapan yang turut ditampilkan memperlihatkan pelaku berusaha membuka komunikasi secara sopan, kemudian mengarahkan pembicaraan pada persoalan transfer dana dan kondisi rekening. Modus seperti ini kerap digunakan untuk memancing korban agar memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi keuangan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menanggapi pesan maupun panggilan dari nomor tersebut. Warga juga diimbau untuk tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP, maupun mengirimkan sejumlah uang kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat pemerintah tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Selain itu, masyarakat diminta segera memblokir nomor mencurigakan serta melaporkannya apabila menerima pesan serupa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah semakin banyak korban akibat penyalahgunaan identitas pejabat publik.

Kasus pencatutan nama pejabat melalui aplikasi pesan instan bukanlah modus baru. Pelaku biasanya memanfaatkan nama dan jabatan tokoh pemerintahan agar korban merasa yakin sehingga lebih mudah mengikuti permintaan yang disampaikan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat menjadi smart citizen dengan selalu melakukan konfirmasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama apabila berkaitan dengan permintaan uang, bantuan, atau transaksi keuangan.

Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan siber yang terus berkembang. Dengan tidak mudah mempercayai identitas di media digital serta selalu melakukan pengecekan melalui saluran resmi pemerintah, potensi menjadi korban penipuan dapat diminimalkan.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru