Gugur Saat Menahan Laju Bus, Sopir MGI Asal Bogor Tutup Usia

Sukabuminow.com || Duka mendalam menyelimuti keluarga Sukanta Wijaya (58 th), warga Panaragan, Kota Bogor. Sopir bus MGI jurusan Palabuhanratu–Bogor itu mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan medis akibat kecelakaan tunggal di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Pantauan di lokasi kejadian memperlihatkan kondisi yang memilukan. Trotoar di sekitar tempat kejadian rusak parah, dipenuhi serpihan kaca dan reruntuhan bangunan. Sebatang pohon besar tampak condong ke jalan, diduga menjadi titik akhir benturan setelah sebelumnya bus menghantam atap rumah warga.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit.

“Setelah sempat mendapat penanganan medis, barusan dari pihak MGI memberi informasi bahwa sopirnya meninggal dunia,” ujar Wangsit, Senin (9/6/25).

Di sisi lain, Kepala Depo MGI Palabuhanratu, Gilang, membantah dugaan yang menyebut kecelakaan terjadi akibat rem blong.

“Bukan karena rem blong. Saat kejadian, posisi sopir dan kondektur sedang berada di luar bus,” tegas Gilang saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika bus tengah berhenti di sekitar lampu merah, tepatnya di Pos Pemberangkatan Pudunan Asem, Palabuhanratu. Sopir turun dari kendaraan, namun mendadak bus meluncur sendiri.

“Benar, posisi bus dari arah Palabuhanratu menuju Bogor dan sedang ngetem di lampu merah. Sopir sudah turun, tidak lama kemudian bus maju sendiri. Sopir berusaha menahan laju bus, tapi malah terhempas ke kiri,” ungkapnya.

Menurut Gilang, secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Ia menduga kelalaian awak bus menjadi penyebab utama kecelakaan tragis tersebut.

“Kondisi bus tidak ada masalah dari sisi teknis. Dugaan kuat karena kelalaian awak. Mungkin sopir lupa menarik rem tangan, atau ganjalan kondektur kurang kuat,” imbuhnya.

Putri Korban: Ayah Patah Tulang Rusuk, Luka Parah di Paru-Paru

Kabar kecelakaan tragis itu pertama kali diterima oleh putri sulung korban, Intan (35 th), yang mengaku mendapat informasi sekitar pukul 04.00–04.30 WIB.

“Saya mendapat kabar tidak lama setelah kejadian, sekitar pukul empat pagi,” ucap Intan lirih, saat ditemui di Instalasi Kamar Jenazah RSUD Palabuhanratu.

Ia mengungkapkan, ayahnya mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk patah tulang dan cedera di paru-paru.

“Luka dalam, tulang rusuk patah. Informasinya ada tiga: tangan, kaki, dan tulang rusuk yang menusuk paru-paru,” katanya, menahan tangis.

Sementara itu, pantauan di Pul MGI Jalan Pelita, Kecamatan Palabuhanratu, menunjukkan bus yang terlibat dalam kecelakaan tengah dalam proses perbaikan.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru