Sukabuminow.com || Isu kebersihan lingkungan pesisir kini tidak lagi sekadar agenda lokal, tetapi telah menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun pariwisata berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, DPPKB Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bersama UPTD Pengendalian Penduduk (Dalduk) Wilayah I menunjukkan komitmen konkret melalui dukungan aktif terhadap Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) lewat aksi bersih pantai yang dipusatkan di Alun Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Rabu (18/2/26).
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kerja bakti rutin, melainkan bagian dari kampanye perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan wisata. Momentum menjelang bulan suci Ramadhan dan libur panjang Idulfitri 1447 H dipilih secara strategis, mengingat tingginya mobilitas masyarakat ke kawasan pesisir Sukabumi.
Sampah, Pariwisata, dan Daya Saing Daerah
Secara nasional, persoalan sampah di kawasan wisata masih menjadi tantangan serius. Pantai sebagai ruang publik terbuka sering kali menjadi titik rawan pencemaran, yang berdampak langsung terhadap citra destinasi dan kesehatan lingkungan. Dalam konteks ini, Gerakan ASRI diposisikan sebagai instrumen kebijakan sosial yang mendorong perubahan budaya, bukan sekadar kegiatan simbolik.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa gerakan ini memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran kolektif.
“Gerakan ASRI bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Menjelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 H, kami ingin memastikan kawasan wisata pesisir tetap aman, sehat, resik, dan indah sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, unit kerja, dan masyarakat merupakan kunci utama agar perubahan perilaku bisa terjadi secara berkelanjutan.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Partisipasi lintas sektor dalam aksi bersih pantai ini mencerminkan model pembangunan berbasis gotong royong. Tidak hanya aparatur pemerintah, unsur masyarakat lokal juga dilibatkan secara aktif sebagai subjek utama dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.
Eka menambahkan bahwa keterlibatan publik akan memperkuat rasa memiliki terhadap kawasan wisata, sehingga masyarakat tidak lagi memandang kebersihan sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan bersama.
“Kalau masyarakat sudah merasa memiliki, maka kebersihan tidak perlu lagi dipaksakan. Kesadaran itu tumbuh dari dalam, dan di situlah kekuatan gerakan ini,” katanya.
Dampak Jangka Panjang: Citra Daerah dan Wisata Berkelanjutan
Dari sudut pandang pembangunan daerah, Gerakan ASRI juga menjadi instrumen branding wilayah. Kabupaten Sukabumi diposisikan sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga tertib secara sosial dan ekologis.
Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan nasional pariwisata yang menempatkan keberlanjutan sebagai indikator utama daya saing destinasi. Lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman diyakini akan meningkatkan minat kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, DPPKB Kabupaten Sukabumi optimistis Gerakan ASRI mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi kebersihan pantai, tetapi juga dalam membangun budaya baru masyarakat yang lebih peduli lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Sukabumi dalam peta pariwisata nasional berbasis keberlanjutan.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
