Dua Warga Sukabumi Ditemukan Meninggal di Rumah, Soroti Risiko Lansia dan Pasien Sakit Tinggal Sendiri

Sukabuminow.com || Dalam satu hari, dua peristiwa penemuan jenazah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengungkap sisi sunyi kehidupan masyarakat rentan yang tinggal sendiri tanpa pengawasan memadai. Kedua kasus yang terjadi pada Sabtu (21/3/26) ini sama-sama diduga dipicu oleh kondisi kesehatan korban yang memburuk tanpa penanganan optimal.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Lebaksiuh, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak. Seorang pria berinisial MAC (46 th), yang diketahui berprofesi sebagai buruh harian lepas, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni, menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui tinggal seorang diri dan sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas normal.

Penemuan bermula saat sepupu korban datang untuk bersilaturahmi sekaligus mengecek kondisi korban yang sebelumnya diketahui sedang sakit. Namun, tidak ada respons dari dalam rumah.

Kecurigaan semakin menguat ketika saksi melihat kondisi korban dari jendela dalam posisi telungkup dengan tubuh yang sudah membengkak. Pihak keluarga kemudian segera menghubungi warga dan petugas setempat.

Dari riwayat yang dihimpun, korban sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi akibat gangguan jantung dan hati. Namun, korban pulang lebih awal tanpa sepengetahuan tenaga medis. Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban juga sempat mengeluhkan sesak napas dan kesulitan mendapatkan oksigen.

“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit, dengan estimasi dua hari sebelum ditemukan,” ujar Jujun.

Selang beberapa jam kemudian, peristiwa serupa kembali terjadi di wilayah berbeda. Warga Kampung Marinjung Hilir, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia bernama Yayan Suryana (70 th) di dalam rumah kontrakannya.

Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari, mengatakan penemuan tersebut bermula dari kecurigaan warga terhadap bau menyengat yang tercium selama beberapa hari terakhir.

Korban diketahui hidup seorang diri dan dikenal rutin beribadah di masjid setempat. Namun, sekitar lima hari sebelum ditemukan, korban tidak lagi terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Karena tidak memiliki akses masuk, warga akhirnya berinisiatif membuka kontrakan setelah berkoordinasi dengan pemilik. Dari ventilasi, korban terlihat dalam kondisi terlentang dan sudah membusuk.

Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Sukabumi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Palabuhanratu.

“Korban memiliki riwayat penyakit cukup kompleks, mulai dari jantung, asma, hingga kolesterol. Dugaan sementara meninggal dunia karena sakit,” kata Bayu.

Dua kejadian dalam satu hari di wilayah berbeda ini menunjukkan pola yang serupa, yakni korban sama-sama tinggal sendiri, memiliki riwayat penyakit, dan meninggal tanpa terdeteksi selama beberapa hari.

Fenomena ini menjadi alarm serius bagi sistem sosial di tingkat lokal, khususnya dalam pengawasan terhadap warga lanjut usia maupun individu dengan kondisi kesehatan kronis.

Keterbatasan akses layanan kesehatan, minimnya pendampingan keluarga, hingga lemahnya sistem kontrol sosial di lingkungan menjadi faktor yang memperbesar risiko keterlambatan penanganan.

Dalam kedua kasus tersebut, petugas dari berbagai unsur, mulai dari kepolisian, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa, langsung melakukan penanganan cepat di lokasi.

Hasil pemeriksaan awal memastikan tidak adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga di masing-masing kejadian juga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah kedua korban telah dimakamkan di tempat pemakaman masing-masing setelah proses evakuasi dan pemulasaraan selesai dilakukan.

Peristiwa ini mempertegas pentingnya penguatan sistem deteksi dini di tingkat lingkungan, terutama bagi warga yang hidup sendiri dengan kondisi kesehatan rentan.

Peran aktif tetangga, keluarga, serta aparat setempat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus memastikan setiap warga mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru