AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

DLH Sukabumi Perkuat Edukasi Sampah dan Penghijauan, Dorong Adiwiyata Nasional

Sukabuminow.com || Isu lingkungan kini bukan lagi sekadar persoalan lokal, melainkan agenda strategis nasional. Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dan perubahan iklim, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup memperkuat strategi pendidikan lingkungan berbasis sekolah sebagai fondasi membangun generasi sadar ekologi sejak dini.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas pembinaan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari desain pembangunan berkelanjutan daerah yang selaras dengan arah kebijakan nasional.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku ramah lingkungan.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun sejak dini. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter. Dari kebiasaan sederhana seperti memilah sampah hingga menanam pohon, di situlah fondasi generasi peduli lingkungan dibentuk,” ujar Nunung, Selasa (3/3/26).

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada sosialisasi. DLH mendorong sistem yang berkelanjutan, mulai dari tata kelola sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), program penghijauan sekolah, hingga pembiasaan budaya bersih yang terintegrasi dalam kegiatan belajar.

Strategi ini menjadi jawaban atas tantangan volume sampah rumah tangga yang sebagian besar berasal dari aktivitas perkotaan dan lingkungan pendidikan.

Program pembinaan tersebut diarahkan untuk memperkuat capaian sekolah dalam meraih penghargaan Penghargaan Adiwiyata, sebuah pengakuan bagi institusi pendidikan yang konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan.

Saat ini, Kabupaten Sukabumi telah memiliki!10 sekolah peraih Adiwiyata tingkat kabupaten, dan lima sekolah peraih Adiwiyata tingkat provinsi. Tahun 2026 ini, DLH menargetkan sekolah dari Sukabumi mampu menembus Adiwiyata tingkat nasional.

“Kami optimistis ada sekolah di Sukabumi yang siap naik kelas ke tingkat nasional. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi bentuk komitmen daerah dalam mendukung agenda lingkungan Indonesia,” tegas Nunung.

Pendekatan ini dinilai strategis karena:

1. Mengurangi beban pengelolaan sampah jangka panjang. Edukasi sejak dini menciptakan perilaku berkelanjutan hingga dewasa.

2. Mendorong partisipasi keluarga dan masyarakat Kebiasaan siswa di sekolah menular ke lingkungan rumah.

3. Meningkatkan citra daerah di level nasional. Capaian Adiwiyata nasional memperkuat posisi Sukabumi sebagai kabupaten yang progresif dalam tata kelola lingkungan.

4. Selaras dengan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Terutama pada aspek pendidikan berkualitas dan aksi terhadap perubahan iklim.

Di tengah sorotan nasional terhadap krisis lingkungan, langkah Sukabumi memperkuat sekolah hijau menjadi contoh bagaimana kebijakan lokal dapat berdampak luas.

Nunung menambahkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi semua pihak.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Peran kepala sekolah, guru, siswa, hingga orang tua sangat menentukan. Jika komitmen ini terjaga, Sukabumi tidak hanya bersih hari ini, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang,” katanya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!