Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan 11 program prioritas strategis yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Seluruh program diramu dalam visi besar bertajuk Sukabumi Mubarakah, yaitu mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.
Menanggapi penetapan program strategis tersebut, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi menyatakan siap menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi) yang menjadi bagian dari RPJMD, terutama yang terkait langsung dengan pemberdayaan pemuda, pelestarian budaya, serta penguatan sektor olahraga dan pariwisata.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menyambut positif visi dan arah pembangunan yang ditetapkan oleh Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas tersebut. Ia menyebut, program seperti Pemuda Berkarya, Pariwisata Berdaya, dan Generasi Mencrang menjadi ruang aktualisasi yang sejalan dengan misi Disbudpora.
“Program-program ini sangat relevan dengan tupoksi kami. Misalnya, Pemuda Berkarya mendorong kami untuk menciptakan ekosistem pemuda yang aktif, kreatif, produktif, dan berdaya saing, baik dalam kewirausahaan, teknologi, maupun kepemimpinan,” ujar Yudi usai mengikuti rapat pembahasan penajaman program prioritas RPJMD di Pendopo Sukabumi, Senin (5/5/25).
Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bahwa Disbudpora telah menyusun strategi implementasi berbasis data dan pemetaan potensi wilayah. Salah satunya adalah penguatan program pelatihan keterampilan bagi pemuda di kecamatan-kecamatan yang memiliki angka pengangguran tinggi.
“Kami akan prioritaskan wilayah-wilayah yang memang membutuhkan intervensi pembinaan dan pemberdayaan, agar manfaat program bisa lebih terasa,” tambahnya.
Selain pemberdayaan pemuda, Disbudpora juga mengambil peran penting dalam program Pariwisata Berdaya dan pengembangan budaya lokal. Dalam hal ini, pihaknya menyiapkan berbagai kegiatan promosi budaya dan peningkatan kapasitas pelaku seni serta komunitas budaya.
“Pariwisata dan budaya tak bisa dipisahkan. Melalui pelestarian seni tradisional, festival budaya, serta sinergi dengan desa wisata, kami ingin pariwisata di Sukabumi bukan hanya berdaya saing tapi juga berkarakter,” jelasnya.
Yudi juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat agar program-program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan warga. Menurutnya, RPJMD kali ini menjadi momentum emas untuk membangun Sukabumi yang benar-benar maju dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya.
“Kami siap bergerak cepat dan konkret. Tentu ini harus dikerjakan bersama, tidak bisa hanya oleh pemerintah saja. Peran komunitas, tokoh budaya, pelajar, dan pemuda sangat menentukan keberhasilan semua ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, 11 program prioritas yang akan dimuat dalam RPJMD 2025–2029 adalah:
- Generasi Mencrang (Generasi Mandiri, Cerdas, dan Mencrang)
- Sukabumi Sakti (Sehat, Kuat, dan Inspiratif)
- Pemuda Berkarya
- Sukabumi Berdaya
- Permata Suci (Perempuan Mandiri dan Tangguh untuk Sukabumi Cemerlang dan Inovatif)
- Trendi (Pesantren Melek Digital)
- Masjid Albana (Aktivitas, Lingkungan, Dibangun, dan Dibina)
- Petani-Nelayan-UMKM-IKM Motekar
- Pariwisata Berdaya
- Pembangunan Rumah Sakinah
- Tumaninah (Infrastruktur Mantap, Terintegrasi, dan Terarah)
RPJMD tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2025 dan akan dibahas dalam Musrenbang RPJMD pada 14 Mei mendatang.
Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana
