Sukabuminow.com || Marwan Hamami, Bupati Sukabumi, kembali mengingatkan para kepala desa untuk tidak bermain-main dengan Anggaran Dana Desa yang dikucurkan pemerintah. Hal itu disampaikan usai membuka Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Kabupaten Sukabumi Palabuhanratu, Rabu (27/2/19).
Kepada Sukabuminow, Marwan menyambut baik workshop yang digelar BPKP (Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembanenggunaan) Jawa Barat serta difasilitasi DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Sukabumi tersebut.
“Penatalaksanaan keuangan harus semakin bagus. Karena ADD akan diintervensi oleh BPK.
Pengadministrasiannya harus lebih transparan. Supaya masyarakat bisa tahu kemana saja dan untuk apa saja ADD itu digunakan,” tutur Marwan.
Baca Juga :
Marwan menegaskan, telah banyak contoh Kades yang mendekam dibalik jeruji besi usai menyelewengkan ADD. Ia berharap, tidak ada lagi Kades yang mendekam di hotel prodeo karena menggunakan ADD tidak semestinya.
“Bimbingan teknis diharapkan jadi kunci dalam mencegah penyelewengan ADD. Aturan dan panduannya sudah ada. Jangan keluar dari itu,” tegasnya.
Peran BPD (Badan Permusyawaratan Desa), lanjutnya, menjadi sangat penting dalam mengawasi penggunaan ADD tersebut.
“Tugas BPD mengawasi dan mengingatkan agar ADD itu digunakan sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Di tempat sama, Agus Saragih, Ketua Panitia Pelaksana Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0, menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 191 Kades dari 22 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
“Kegiatan berlangsung 2 hari. Besok akan diikuti oleh 190 Kades. Jadi total 381 Kades ikut dalam workshop ini,” pungkasnya. (Ridwan HMS)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
