Kebakaran Rumah Makan Padang, Damkar Sukabumi Bagikan Tips Cegah Ledakan Gas
Sukabuminow.com || Kebakaran hebat melanda sebuah rumah makan Padang di Jalan Nasional Sukabumi–Bogor, Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (15/11/25) sore. Bangunan tersebut hangus terbakar setelah diduga terjadi kebocoran tabung gas di area dapur.
Warga sekitar sempat mendengar suara ledakan sebelum api membesar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Cibadak dan Cisaat segera dikerahkan ke lokasi.
Wakil Komandan Pos Damkar Cibadak, Heri Hermawan, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari kebocoran gas yang tidak disadari oleh pekerja dapur. Meski kobaran api cukup besar, petugas berhasil mencegah merembetnya api ke permukiman warga.
“Alhamdulillah api dapat kami padamkan sebelum merusak bangunan lain. Namun kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan instalasi gas harus sangat diperhatikan, terutama di dapur usaha kuliner,” ujar Heri.
Menurutnya, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Meski demikian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah lantaran seluruh isi bangunan hangus. Tabung gas yang diduga menjadi penyebab kebakaran telah diamankan sebagai barang bukti.
Damkar Bagikan Tips Cegah Kebakaran Akibat Gas
Heri menekankan bahwa masyarakat perlu memahami penanganan awal saat terjadi kebocoran gas. Ia menjelaskan beberapa langkah penting yang sering diabaikan.
“Dalam banyak kasus, kebocoran gas terjadi tanpa disadari. Masyarakat harus mengenali ciri-cirinya seperti bau menyengat, suara mendesis, atau perubahan tekanan pada kompor,” tutur Heri.
Ia juga membagikan beberapa tips pencegahan bagi warga dan pelaku usaha kuliner:
- Rutin memeriksa selang dan regulator minimal tiga bulan sekali. Pastikan keduanya memiliki standar SNI.
- Jangan menyalakan listrik atau api ketika mencium bau gas. Alih-alih, segera buka semua ventilasi dan bawa tabung ke ruang terbuka jika memungkinkan.
- Pastikan dapur memiliki ventilasi baik, sehingga potensi akumulasi gas dapat diminimalkan.
- Simpan alat pemadam api ringan (APAR) jenis dry chemical di area dapur untuk tindakan darurat.
- Hindari mengobrol atau lengah saat memasak, terutama saat penggunaan api besar.
Heri menegaskan bahwa edukasi ini penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang, terutama di kawasan padat usaha makanan.
“Keselamatan dapur adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat lebih waspada dan segera menghubungi Damkar jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




